Ketua Umum Tim Penggerak PKK, Tri Tito Karnavian, menekankan urgensi kesehatan mental bagi generasi muda, khususnya pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). Dalam sebuah seminar nasional yang berlangsung di Jakarta pada 22 May 2026, Tri menyerukan agar para remaja memanfaatkan konsep Comprehensive Knowledge & Growth (CKG) sebagai fondasi kuat untuk investasi masa depan mereka.
Pernyataan tersebut dilontarkan Tri di hadapan ratusan pelajar, guru, dan praktisi pendidikan. Ia menggarisbawahi bahwa fase remaja di tingkat SMA merupakan periode krusial yang penuh dinamika emosi dan perubahan signifikan. “Ini adalah masa di mana mereka menghadapi tekanan akademik, tuntutan sosial, pencarian identitas, dan paparan informasi digital yang masif,” jelas Tri, “kondisi ini rentan memicu masalah kesehatan mental jika tidak ditangani dengan baik.”
Menilik Tantangan Kesehatan Mental Remaja
Tri Tito Karnavian menyoroti bahwa isu kesehatan mental di kalangan remaja telah menjadi perhatian serius di tingkat nasional. Berbagai studi dan data Kementerian Kesehatan mengindikasikan peningkatan kasus kecemasan, depresi, dan stres di kalangan pelajar. Tekanan untuk berprestasi, perundungan siber, serta krisis kepercayaan diri seringkali menjadi pemicu utama.
“Ketika remaja mengalami gangguan mental, dampaknya tidak hanya terasa pada individu tersebut, tetapi juga pada produktivitas belajar, hubungan sosial, bahkan masa depan mereka. Ini adalah bom waktu yang harus kita jinakkan bersama,” tegas Tri. Ia menambahkan bahwa masyarakat dan keluarga seringkali masih menganggap remeh atau bahkan menstigmatisasi masalah kesehatan mental, padahal dukungan adalah kunci utama pemulihan.
Kesehatan mental bukan hanya soal individu, tetapi juga fondasi ketahanan bangsa. Remaja yang sehat mentalnya adalah aset tak ternilai yang akan mendorong kemajuan Indonesia di masa depan.
CKG: Fondasi Investasi Masa Depan
Untuk menghadapi tantangan ini, Tri Tito Karnavian memperkenalkan konsep CKG, atau Comprehensive Knowledge & Growth. CKG, menurutnya, bukan hanya mencakup pengetahuan akademis, tetapi juga pengembangan kecerdasan emosional, kemampuan berpikir kritis, resiliensi, dan keterampilan adaptif. “Investasi masa depan bukan hanya soal finansial, tapi juga investasi pada diri sendiri, yaitu membangun karakter yang kuat, mental yang sehat, dan kemampuan untuk terus belajar serta beradaptasi,” paparnya.
Ia mendorong pelajar untuk proaktif dalam mengelola emosi, mencari dukungan dari orang dewasa yang terpercaya, dan mengembangkan hobi atau kegiatan yang positif. Peran orang tua dan guru juga sangat sentral dalam menciptakan lingkungan yang suportif dan aman bagi remaja untuk berekspresi serta mengembangkan diri tanpa rasa takut dihakimi.
Pihak Tim Penggerak PKK sendiri, lanjut Tri, berkomitmen untuk terus menyelenggarakan program-program edukasi dan advokasi terkait kesehatan mental dan pengembangan karakter di seluruh wilayah Indonesia. “Melalui CKG, kita berharap dapat mencetak generasi penerus yang cerdas secara intelektual, tangguh secara emosional, dan siap menghadapi berbagai tantangan global,” pungkasnya, menandai pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan visi ini.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






