JAKARTA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan pentingnya akselerasi pembangunan infrastruktur di Daerah Otonom Baru (DOB) Papua Tengah. Penekanan ini disampaikan dalam upaya pemerintah pusat mengawal implementasi kebijakan pembentukan DOB di Papua, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada 03 June 2026, Wamendagri Ribka Haluk menyoroti bahwa pembangunan infrastruktur yang cepat dan tepat sasaran adalah kunci untuk membuka isolasi wilayah, memperlancar konektivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di provinsi yang baru terbentuk ini. “Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri terus memantau dan memberikan dukungan penuh agar DOB Papua Tengah dapat segera berdiri kokoh dengan infrastruktur dasar yang memadai,” ujar Ribka Haluk.
Fondasi Pembangunan dan Aksesibilitas
Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan ketersediaan infrastruktur esensial yang mencakup jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, pendidikan, serta jaringan telekomunikasi. Pembangunan ini tidak hanya berorientasi pada aspek fisik semata, melainkan juga sebagai fondasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Provinsi Papua Tengah, dengan ibukota di Nabire, memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah namun masih menghadapi tantangan geografis yang berat dan keterbatasan aksesibilitas. Ribka Haluk menekankan bahwa tanpa infrastruktur yang memadai, potensi tersebut sulit dioptimalkan, dan masyarakat akan terus kesulitan mengakses layanan dasar. Oleh karena itu, percepatan pembangunan jalan trans-Papua yang melewati wilayah Papua Tengah, pembangunan pelabuhan, dan pengembangan bandara lokal menjadi prioritas utama. “Jalan adalah urat nadi perekonomian. Dengan jalan yang baik, distribusi barang dan jasa akan lebih lancar, biaya logistik menurun, dan harga kebutuhan pokok dapat stabil,” tambahnya.
Selain infrastruktur fisik, pemerintah juga berkomitmen untuk mempercepat pembangunan fasilitas publik seperti rumah sakit, puskesmas, sekolah, dan sarana air bersih. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di seluruh wilayah Papua, mengejar ketertinggalan dari provinsi lain di Indonesia.
Sinergi Lintas Sektor dan Tantangan Kompleks
Pembangunan infrastruktur di Papua Tengah bukanlah tugas yang mudah dan memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Wamendagri Ribka Haluk menggarisbawahi pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi Papua Tengah, pemerintah kabupaten/kota, serta melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat adat dan pihak swasta.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta kementerian/lembaga terkait lainnya diharapkan dapat bekerja sama secara erat untuk mewujudkan target-target pembangunan. Dukungan dari aparat keamanan, yakni TNI dan Polri, juga memegang peran krusial dalam menjamin kelancaran dan keamanan proyek-proyek strategis di wilayah yang seringkali diwarnai tantangan keamanan.
Pembangunan infrastruktur di Papua Tengah bukanlah sekadar proyek fisik, melainkan fondasi bagi peradaban baru. Kita harus memastikan setiap rupiah yang diinvestasikan benar-benar memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, menciptakan konektivitas yang merata, dan membuka akses pada layanan dasar yang berkualitas. Ini adalah komitmen jangka panjang kita untuk masa depan Papua yang lebih cerah.
Meskipun demikian, Wamendagri mengakui bahwa ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi, mulai dari kondisi geografis yang sulit, ketersediaan sumber daya manusia lokal yang terbatas, hingga isu pembebasan lahan. Untuk mengatasi hal ini, pendekatan partisipatif dan dialog dengan masyarakat adat menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan konflik sosial.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, pemerintah optimis bahwa DOB Papua Tengah akan mampu berkembang pesat. Pembangunan infrastruktur yang progresif diharapkan tidak hanya membawa kemajuan ekonomi, tetapi juga memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa, serta mewujudkan cita-cita Indonesia sentris di bumi Cendrawasih.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






