Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, mengungkap peran krusial mantan Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu, dalam proses suksesi kapal layar latih legendaris KRI Dewaruci dengan KRI Bima Suci. Penegasan ini disampaikan Laksamana Ali dalam sebuah kesempatan pada 31 May 2026, menyoroti visi strategis yang dibutuhkan dalam modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL.
Menurut KSAL, keputusan untuk mengganti KRI Dewaruci dengan kapal yang lebih modern bukanlah proses instan, melainkan melibatkan perencanaan strategis dan persetujuan tingkat tinggi. Ryamizard Ryacudu, yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan periode 2014-2019, dinilai memiliki pandangan jauh ke depan dan keberanian dalam mengambil keputusan penting terkait modernisasi alutsista, termasuk pengadaan kapal layar latih pengganti. Peran beliau sangat vital dalam memastikan keberlanjutan pendidikan dan pelatihan prajurit TNI AL sesuai dengan standar global.
Warisan KRI Dewaruci dan Esensi Regenerasi
KRI Dewaruci, yang diluncurkan pada tahun 1953, telah menjadi ikon kebanggaan maritim Indonesia selama lebih dari enam dekade. Kapal ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelatihan bagi ribuan taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) yang kini menjadi pemimpin di TNI AL, tetapi juga telah mengemban misi diplomatik dan budaya dalam pelayaran keliling dunia. Kisah-kisah heroisme dan pengorbanan di atas geladak Dewaruci telah membentuk karakter dan jiwa bahari para perwira muda.
Namun, seiring berjalannya waktu, tuntutan modernisasi dan pemeliharaan menjadi semakin kompleks. Usia kapal yang sudah sangat tua, keterbatasan teknologi, serta biaya operasional dan perawatan yang terus meningkat menjadi pertimbangan utama untuk melakukan regenerasi. Meskipun digantikan, semangat dan nilai-nilai yang diemban KRI Dewaruci tetap menjadi pondasi yang tak tergantikan bagi TNI AL.
“KRI Dewaruci adalah simbol kebanggaan maritim kita, telah melahirkan ribuan perwira terbaik. Namun, tuntutan zaman dan teknologi mengharuskan kita berinovasi. Kehadiran KRI Bima Suci adalah bukti komitmen TNI AL untuk terus maju, melestarikan tradisi sembari merangkul modernisasi demi masa depan Angkatan Laut yang tangguh,” ujar KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, menekankan pentingnya kesinambungan antara tradisi dan inovasi.
KRI Bima Suci: Masa Depan Pendidikan Prajurit Laut
Sebagai pengganti KRI Dewaruci, KRI Bima Suci hadir dengan teknologi dan fasilitas yang jauh lebih modern. Kapal layar latih ini dibangun di galangan kapal Freire Shipyard, Vigo, Spanyol, dan secara resmi diserahterimakan kepada TNI AL pada tahun 2017. Dengan dimensi yang lebih besar, KRI Bima Suci mampu menampung lebih banyak taruna dan awak kapal, serta dilengkapi dengan sistem navigasi, komunikasi, dan keamanan terkini yang sesuai dengan standar internasional.
Kehadiran KRI Bima Suci menandai era baru dalam pendidikan dan pelatihan prajurit TNI AL. Kapal ini tidak hanya melanjutkan tradisi pelayaran jarak jauh dan pembentukan karakter kepemimpinan, tetapi juga mempersiapkan para taruna untuk menghadapi tantangan maritim global yang semakin kompleks. Dengan dukungan fasilitas yang canggih, KRI Bima Suci diharapkan dapat mencetak perwira-perwira Angkatan Laut yang profesional, adaptif, dan siap mengemban tugas negara di masa depan, meneruskan estafet kejayaan maritim Indonesia yang pernah ditorehkan KRI Dewaruci.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda





