YOGYAKARTA – Putri Proklamator RI, Megawati Soekarnoputri, bersama dengan GKR Hemas, secara resmi membuka pameran seni rupa bertajuk “Mata Hati Soekarno” di Yogyakarta pada 06 June 2026. Pameran ini menghadirkan koleksi karya dari 47 perupa lintas generasi, menawarkan perspektif mendalam tentang kecintaan Presiden pertama RI, Soekarno, terhadap seni dan perannya dalam menginspirasi identitas kebudayaan nasional.
Dalam sambutannya, Megawati Soekarnoputri menekankan bahwa pameran ini adalah upaya untuk terus menghidupkan dan mewarisi semangat kecintaan Soekarno terhadap seni dan budaya. Ia mengungkapkan bahwa sang ayah melihat seni bukan hanya sebagai keindahan visual, tetapi juga sebagai manifestasi jiwa bangsa dan alat perjuangan yang kuat untuk membangun karakter dan persatuan.
“Bung Karno sangat mencintai seni, bukan hanya sebagai penikmat tetapi juga sebagai inspirator dan pelindung para seniman. Pameran ini adalah upaya kita untuk terus menghidupkan semangat itu, agar generasi muda dapat memahami kedalaman filosofi dan kecintaan beliau terhadap keindahan serta identitas bangsa,” ujar Megawati, memotivasi para hadirin untuk meresapi setiap karya yang dipamerkan.
Kehadiran GKR Hemas, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang juga merupakan bagian dari keluarga Keraton Yogyakarta, semakin memperkuat nuansa keistimewaan dan dukungan dari pihak kerajaan serta pemerintah daerah terhadap inisiatif kebudayaan semacam ini. Yogyakarta, sebagai jantung kebudayaan dan seni Indonesia, dinilai menjadi lokasi yang paling relevan dan strategis untuk penyelenggaraan pameran yang berpusat pada tokoh visioner seperti Soekarno.
Melacak Jejak Estetika Soekarno
Pameran “Mata Hati Soekarno” lebih dari sekadar ajang peragaan karya seni; ia berfungsi sebagai sebuah narasi visual yang mengajak pengunjung menelisik pandangan estetika dan filosofi seni Sang Proklamator. Dikenal sebagai kolektor seni ulung dan pelindung seniman, Soekarno meyakini bahwa seni memiliki peran vital dalam pembangunan karakter bangsa dan diplomasi budaya. Koleksi pribadinya, yang kini menjadi aset negara, adalah bukti nyata dari apresiasi beliau yang mendalam terhadap berbagai aliran dan bentuk seni.
Kurator pameran menjelaskan bahwa 47 karya yang dipilih mencerminkan berbagai periode dan aliran seni yang pernah bersentuhan dengan pemikiran Soekarno, mulai dari lukisan realis yang mengabadikan perjuangan rakyat, hingga karya abstrak yang merefleksikan kebebasan berekspresi. Setiap goresan, pahatan, dan instalasi yang dipamerkan diupayakan untuk menginterpretasikan ulang narasi kebangsaan dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Soekarno melalui lensa seni kontemporer.
Partisipasi Lintas Generasi dan Harapan Masa Depan
Salah satu aspek paling menonjol dari pameran ini adalah partisipasi 47 perupa lintas generasi. Seniman senior yang telah mapan, dengan reputasi dan karya-karya ikonik mereka, memberikan perspektif historis dan kedalaman pada pameran. Mereka membawa pengalaman panjang dan pemahaman mendalam tentang periode perjuangan serta era pascakemerdekaan, saat semangat Soekarno begitu kental terasa dalam kancah seni rupa nasional.
Di sisi lain, seniman muda membawa interpretasi segar dan relevan dengan konteks kekinian. Mereka memanfaatkan medium dan teknik baru untuk menggali kembali warisan Soekarno, menyajikannya dalam bentuk yang mudah dicerna dan menginspirasi generasi Z dan milenial. Keragaman gaya dan pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan dialog yang kaya antara masa lalu dan masa kini, serta menginspirasi generasi mendatang untuk terus berkarya dan mencintai seni Indonesia sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas nasional.
Pameran “Mata Hati Soekarno” dijadwalkan berlangsung selama tiga minggu ke depan di salah satu galeri terkemuka di Yogyakarta, memberikan kesempatan luas bagi masyarakat, pelajar, dan penikmat seni untuk datang dan meresapi makna dari setiap karya. Diharapkan, melalui pameran ini, semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap seni sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa dapat terus menyala, sejalan dengan visi besar yang telah diletakkan oleh Bapak Bangsa.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






