Jakarta, 01 June 2026 – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indrayana menegaskan bahwa rombongan kunjungan kerja Presiden terpilih Prabowo Subianto ke luar negeri memiliki jumlah personel yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan praktik kunjungan presiden-presiden pada periode sebelumnya. Pernyataan ini disampaikan Teddy untuk menanggapi sorotan publik dan kritik yang muncul terkait dugaan pemborosan anggaran dalam perjalanan dinas kenegaraan.
Kritik mengenai jumlah rombongan pejabat dalam kunjungan luar negeri kerap menjadi isu sensitif di tengah masyarakat yang menuntut efisiensi anggaran dan akuntabilitas. Beberapa pengamat politik dan aktivis masyarakat sipil sebelumnya mempertanyakan kebutuhan akan rombongan besar, terutama mengingat situasi ekonomi global yang menantang dan urgensi penggunaan dana negara secara bijak.
Namun, Seskab Teddy Indrayana dengan tegas membantah tudingan tersebut. Ia menjelaskan bahwa setiap kunjungan yang dilakukan oleh Prabowo Subianto, baik dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pertahanan maupun sebagai Presiden terpilih, telah melalui perhitungan cermat dan disesuaikan dengan kebutuhan substansi agenda. “Kami sangat memperhatikan efisiensi. Tim rombongan yang mendampingi Bapak Prabowo saat kunjungan ke luar negeri secara signifikan lebih ramping,” ujar Teddy dalam keterangannya kepada media.
Efisiensi dalam Diplomasi Internasional
Menurut Teddy, pendekatan ini bukan hanya bertujuan untuk menghemat anggaran negara, tetapi juga mencerminkan gaya diplomasi modern yang lebih fokus pada substansi dan hasil konkret. “Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa setiap perjalanan memberikan dampak maksimal dengan sumber daya minimal,” tambahnya. Ia juga menekankan bahwa penentuan jumlah anggota rombongan didasarkan pada kebutuhan teknis dan substantif dari agenda pertemuan bilateral atau multilateral yang dihadiri.
“Jika kita bandingkan dengan data-data kunjungan sebelumnya, Bapak Presiden terpilih Prabowo Subianto selalu berupaya untuk meminimalkan jumlah rombongan. Fokus kami adalah efektivitas pertemuan, bukan kemewahan perjalanan. Kami telah melakukan perbandingan komprehensif, dan hasilnya menunjukkan bahwa rombongan saat ini jauh lebih sedikit dibandingkan era-era sebelumnya, bahkan mencapai seperempat atau sepertiga dari jumlah yang biasa ikut.”
— Seskab Teddy Indrayana
Pernyataan Seskab ini mengisyaratkan adanya perubahan paradigma dalam protokol kunjungan kenegaraan, di mana prioritas diberikan pada delegasi inti yang benar-benar esensial untuk mendukung agenda utama, seperti perundingan kerja sama bilateral, pembahasan isu-isu strategis, atau penandatanganan memorandum kesepahaman.
Menjaga Citra dan Anggaran Negara
Kunjungan luar negeri Prabowo Subianto pasca-pemilihan presiden telah mencakup berbagai negara mitra strategis, termasuk Tiongkok, Jepang, dan Uni Emirat Arab, dengan agenda utama memperkuat kerja sama pertahanan, ekonomi, dan investasi. Dalam setiap kesempatan, rombongan yang mendampingi diklaim telah dibatasi hanya untuk pejabat terkait langsung dan staf pendukung yang sangat diperlukan.
Analis politik dari Universitas Indonesia, Dr. Siti Nurhayati, mengapresiasi langkah pemerintah untuk menerapkan efisiensi dalam kunjungan kenegaraan. “Tindakan Seskab Teddy yang menjelaskan perbandingan ini penting untuk menjaga kepercayaan publik. Di era informasi yang cepat, transparansi anggaran perjalanan pejabat menjadi sangat krusial. Jika klaim efisiensi ini dapat dibuktikan dengan data rinci, tentu akan menjadi preseden baik bagi administrasi ke depan,” kata Dr. Nurhayati.
Dengan penjelasan ini, Sekretariat Kabinet berharap dapat meredakan kekhawatiran publik dan menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk mengelola anggaran negara secara transparan, bertanggung jawab, dan efisien, bahkan dalam agenda diplomasi internasional yang menjadi wajah Indonesia di mata dunia.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda





