DEPOK, 26 December 2025 – Pimpinan Wisma Sahabat Yesus Depok, Romo Robertus Bambang Rudianto, dengan tegas membantah isu yang beredar luas di tengah masyarakat mengenai adanya pelarangan kegiatan misa di kompleksnya. Romo Bambang justru menegaskan bahwa yang terjadi adalah upaya silaturahmi dan dialog konstruktif dengan warga sekitar untuk mempererat tali persaudaraan serta menjaga kerukunan antarumat beragama di wilayah tersebut.
Klarifikasi dan Kronologi Isu
Isu pelarangan misa di Wisma Sahabat Yesus Depok sempat memicu kekhawatiran di kalangan jemaat dan masyarakat luas, terutama setelah tersebar melalui platform media sosial. Romo Robertus Bambang Rudianto menjelaskan bahwa informasi tersebut adalah kesalahpahaman atau bahkan provokasi yang tidak berdasar. Menurutnya, pihak Wisma Sahabat Yesus secara proaktif selalu menjalin komunikasi dengan warga sekitar dan tokoh masyarakat.
“Kami ingin meluruskan informasi yang keliru ini. Tidak ada pelarangan ibadah misa di Wisma Sahabat Yesus. Sebaliknya, kami secara rutin menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan warga sekitar serta tokoh masyarakat. Pertemuan terakhir justru bertujuan untuk membangun pemahaman yang lebih baik dan memastikan bahwa setiap kegiatan keagamaan yang kami lakukan berjalan harmonis dengan lingkungan, menghormati norma dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat,” ujar Romo Robertus Bambang Rudianto kepada awak media di Depok pada 26 December 2025.
Romo Bambang menambahkan bahwa inisiatif untuk berdialog datang dari kedua belah pihak sebagai wujud komitmen menjaga kerukunan. Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, termasuk koordinasi terkait kegiatan-kegiatan di Wisma Sahabat Yesus agar tidak mengganggu ketertiban umum. Fokus utama adalah pada komunikasi terbuka dan transparansi, bukan pada pembatasan atau pelarangan ibadah.
Membangun Harmoni dan Toleransi di Depok
Insiden kesalahpahaman ini, menurut Romo Bambang, justru menjadi momentum untuk semakin memperkuat hubungan baik antara Wisma Sahabat Yesus dengan komunitas lokal. Ia menekankan pentingnya peran serta aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam menyaring informasi dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan. Prinsip toleransi dan saling menghormati adalah fondasi utama dalam kehidupan beragama di Indonesia.
Pihak Wisma Sahabat Yesus berkomitmen untuk terus membuka diri terhadap dialog dan masukan dari masyarakat sekitar. “Kami percaya bahwa dengan komunikasi yang intens dan transparansi, segala potensi kesalahpahaman dapat dihindari. Wisma Sahabat Yesus adalah bagian dari masyarakat Depok, dan kami ingin terus berkontribusi dalam menciptakan suasana yang damai dan harmonis,” imbuh Romo Bambang.
Diharapkan, klarifikasi ini dapat menepis segala spekulasi negatif dan mengembalikan suasana kondusif di Depok, menegaskan bahwa kebebasan beribadah tetap terjamin dan kerukunan antarumat beragama senantiasa menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat juga diharapkan dapat terus memfasilitasi dialog dan mediasi untuk mencegah terulangnya isu-isu serupa di masa mendatang.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






