Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya pada 15 January 2026 membeberkan sejumlah poin krusial yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam taklimatnya kepada para Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Pertemuan penting tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 15 Januari 2026, dan dihadiri oleh jajaran petinggi akademik dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia.
Dalam keterangannya kepada awak media, Seskab Teddy menegaskan bahwa Presiden Prabowo menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung visi pembangunan nasional. Menurutnya, pertemuan ini menjadi forum diskusi konstruktif mengenai tantangan dan peluang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendorong inovasi di Tanah Air. Penekanan utama ada pada bagaimana institusi pendidikan tinggi dapat bersinergi lebih erat dengan pemerintah untuk mencapai target-target pembangunan jangka panjang.
Visi Pendidikan Tinggi untuk Kemajuan Bangsa
Salah satu fokus utama yang dibahas Presiden Prabowo, sebagaimana dijelaskan oleh Seskab Teddy, adalah urgensi transformasi pendidikan tinggi agar lebih relevan dengan kebutuhan industri dan dinamika global. Presiden menekankan pentingnya kurikulum yang adaptif, penguatan riset dan pengembangan (R&D), serta penciptaan ekosistem inovasi yang kondusif di lingkungan kampus. Presiden juga menggarisbawahi perlunya perguruan tinggi untuk lebih proaktif dalam menghadapi disrupsi teknologi dan perubahan paradigma pendidikan.
“Visi Bapak Presiden sangat jelas, beliau ingin agar perguruan tinggi kita tidak hanya menjadi menara gading intelektual, tetapi juga lokomotif kemajuan bangsa. Peran strategis perguruan tinggi dalam mencetak SDM unggul dan mendorong inovasi adalah kunci untuk menghadapi tantangan global dan mencapai Indonesia Emas,” kata Seskab Teddy, mengutip arahan Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Seskab Teddy menambahkan bahwa Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus pada peningkatan kualitas dosen dan peneliti, serta fasilitas penunjang akademik. Komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan kapasitas perguruan tinggi diharapkan dapat mempercepat akselerasi pencapaian target-target di sektor pendidikan dan riset, sekaligus meningkatkan daya saing global lulusan Indonesia.
Sinergi Pemerintah dan Akademisi
Seskab Teddy mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya sinergi yang kuat antara pemerintah, sektor industri, dan lingkungan akademik. Presiden menggarisbawahi perlunya fasilitasi riset-riset terapan yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan perekonomian. Dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan yang kondusif, alokasi anggaran yang memadai, dan platform kolaborasi menjadi poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Para rektor menyambut baik gagasan ini dan menyampaikan komitmen mereka untuk berpartisipasi aktif.
“Dialog antara Presiden dan para rektor berlangsung sangat hangat dan produktif. Ini menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah untuk mendengarkan masukan dari dunia akademik, sekaligus memberikan arahan strategis demi kemajuan bersama,” tambah Teddy. Dia juga menyebutkan bahwa ada komitmen untuk menindaklanjuti poin-poin diskusi dengan membentuk tim kerja khusus guna merumuskan program-program konkret yang dapat diimplementasikan dalam waktu dekat.
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan para pimpinan perguruan tinggi ini diharapkan menjadi titik awal bagi revitalisasi pendidikan tinggi di Indonesia, selaras dengan agenda pembangunan nasional. Dengan melibatkan para pakar dan pemimpin institusi pendidikan, pemerintah menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan generasi masa depan yang kompeten dan berdaya saing global, demi mewujudkan cita-cita bangsa yang maju dan sejahtera.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda




