Jakarta, 28 January 2026 – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menegaskan bahwa setiap langkah penanganan banjir yang dilakukan pemerintah didasarkan pada kepentingan publik yang lebih luas. Pernyataan ini disampaikan di tengah dinamika implementasi kebijakan yang tidak selalu dapat memuaskan semua pihak, meskipun banyak yang merasakan manfaatnya.
Menurut Pramono, komitmen pemerintah untuk mengatasi masalah banjir, terutama di kota-kota besar yang rawan, adalah prioritas utama demi keberlangsungan hidup dan aktivitas ekonomi masyarakat. Upaya-upaya seperti normalisasi sungai, pengerukan waduk, pembangunan tanggul, serta sistem peringatan dini terus digalakkan untuk memitigasi dampak bencana alam yang kerap melanda.
Penanganan banjir adalah upaya kompleks yang dilakukan demi kepentingan publik secara luas. Meskipun banyak pihak yang merasakan manfaatnya, kami menyadari bahwa tidak semua pihak akan serta-merta setuju atau senang dengan setiap langkah yang diambil, terutama jika ada dampak langsung yang dirasakan, ujar Pramono Anung.
Mengurai Dilema di Balik Penanganan Banjir
Pernyataan Seskab Pramono Anung menggarisbawahi kompleksitas dalam setiap kebijakan pembangunan, termasuk penanganan banjir. Di satu sisi, langkah-langkah preventif dan mitigasi seperti relokasi warga di bantaran sungai, pembebasan lahan untuk proyek infrastruktur pengendali banjir, atau perubahan tata guna lahan, seringkali menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi komunitas tertentu.
Warga yang terdampak relokasi, misalnya, kerap menyuarakan kekhawatiran terkait akses mata pencaharian baru, jarak ke fasilitas umum, atau kecukupan kompensasi. Selain itu, aspek lingkungan juga menjadi perhatian bagi para pemerhati lingkungan, yang terkadang menilai bahwa solusi teknis bisa berdampak pada ekosistem atau biodiversitas setempat.
Pemerintah mengakui bahwa dinamika pro dan kontra ini adalah bagian tak terpisahkan dari setiap proyek berskala besar. Oleh karena itu, dialog dan komunikasi yang intensif dengan masyarakat serta pemangku kepentingan terus diupayakan untuk mencari solusi terbaik yang berimbang antara kepentingan umum dan hak-hak individu atau kelompok.
Meskipun kita tahu bahwa langkah-langkah penanganan banjir ini sangat bermanfaat bagi sebagian besar masyarakat, kita juga menyadari bahwa tidak semua pihak dapat menerima atau merasa senang dengan setiap keputusan yang diambil. Ini adalah bagian dari dinamika pembangunan demi kepentingan yang lebih besar, kata Pramono Anung, menekankan pentingnya perspektif jangka panjang.
Komitmen Jangka Panjang dan Tantangan ke Depan
Penanganan banjir bukan sekadar proyek musiman, melainkan upaya strategis jangka panjang yang membutuhkan sinergi antarlembaga dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi untuk memastikan program-program yang telah dicanangkan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Selain infrastruktur fisik, edukasi publik mengenai pentingnya menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta kesiapan menghadapi bencana juga menjadi kunci. Peningkatan kapasitas daerah dalam mitigasi bencana, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta pemanfaatan teknologi untuk pemantauan cuaca dan debit air, adalah beberapa aspek yang terus ditingkatkan.
Tantangan ke depan tidak hanya datang dari kondisi geografis atau iklim, melainkan juga dari pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang cepat, yang membutuhkan perencanaan tata ruang yang lebih komprehensif dan disiplin. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki strategi penanganan banjir, dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan dan keberpihakan kepada masyarakat.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






