CALON presiden terpilih Prabowo Subianto mendapatkan kejutan tak terduga dalam kunjungan kerjanya ke Kalimantan Timur pada 12 January 2026. Saat berinteraksi dengan jajaran kepala daerah dan tokoh masyarakat setempat, sebuah fakta unik terungkap yang sempat membuat Prabowo terkejut namun juga terhibur: Gubernur Kalimantan Timur H. Rudi Masud dan Wali Kota Balikpapan H. Rahmat Masud ternyata adalah saudara kandung.
Detik-detik Kejutan di Balik Layar Pemerintahan
Momen menarik ini terjadi di sela-sela agenda padat kunjungan kerja Prabowo Subianto di wilayah strategis Kalimantan Timur, yang kini menjadi sorotan utama nasional seiring dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ketika menyapa satu per satu pejabat yang hadir, perhatian Prabowo tertuju pada kesamaan nama belakang yang mencolok antara Gubernur Kaltim, H. Rudi Masud, dan Wali Kota Balikpapan, H. Rahmat Masud.
Dengan senyum yang mengembang dan ekspresi terkejut, Prabowo dikabarkan sempat menghentikan sapaannya, seolah memproses informasi tersebut. Momen spontan ini menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban di antara para hadirin. Sumber terdekat menyebutkan Prabowo tampak tidak menyangka akan adanya hubungan kekeluargaan di antara dua figur kunci pemerintahan provinsi dan kota tersebut.
Oh, jadi kalian ini kakak-adik? Wah, bagus sekali. Ini menunjukkan kolaborasi yang kuat dari keluarga untuk kemajuan daerah. Luar biasa, ujar Prabowo dengan nada riang, sebagaimana ditirukan oleh salah satu ajudan yang hadir di lokasi kejadian.
Reaksi Prabowo ini bukan hanya sekadar ekspresi keterkejutan, melainkan juga sebuah apresiasi terhadap sinergi yang berpotensi terjalin antara pemerintahan provinsi dan kota. Hubungan kekerabatan ini, menurut sejumlah pengamat politik lokal, dapat menjadi modal sosial yang positif dalam menggerakkan pembangunan di Kalimantan Timur, khususnya dalam mendukung percepatan proyek strategis nasional seperti IKN.
Dinamika Politik dan Sinergi Pembangunan di Kaltim
Hubungan persaudaraan antara Gubernur Rudi Masud dan Wali Kota Rahmat Masud memang bukan rahasia di kancah politik lokal Kalimantan Timur, namun fakta ini sering kali luput dari perhatian publik nasional maupun pejabat dari pusat. Keduanya dikenal sebagai figur berpengaruh yang telah lama berkecimpung dalam dunia politik dan bisnis di provinsi tersebut, dengan latar belakang keluarga yang cukup dikenal.
H. Rudi Masud, yang kini menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur, memiliki rekam jejak panjang di parlemen dan berbagai organisasi kemasyarakatan sebelum menduduki kursi nomor satu di provinsi. Sementara itu, adiknya, H. Rahmat Masud, telah berhasil memimpin Kota Balikpapan, salah satu kota penyangga utama IKN, dengan visi pembangunan yang progresif. Keduanya berasal dari keluarga terpandang di Kalimantan Timur, yang turut memberikan kontribusi pada jaringan dan pengaruh mereka di wilayah tersebut.
Fenomena adanya hubungan kekerabatan di pucuk pimpinan daerah ini bukanlah hal baru dalam lanskap politik Indonesia. Namun, kasus di Kalimantan Timur ini menjadi menarik mengingat posisi strategis kedua wilayah tersebut. Balikpapan, sebagai gerbang utama menuju IKN, dan Kalimantan Timur secara keseluruhan, memegang peran krusial dalam visi pembangunan nasional ke depan, terutama di era pemerintahan mendatang.
Para pengamat melihat bahwa sinergi antara kedua pemimpin ini, yang diperkuat oleh ikatan darah, berpotensi memperlancar koordinasi dan implementasi kebijakan, terutama yang berkaitan dengan proyek-proyek skala besar seperti IKN. Kejutan yang dialami Prabowo ini pun menjadi pengingat akan kompleksitas dan keunikan peta politik di berbagai daerah di Indonesia, di mana hubungan personal dapat memainkan peran signifikan dalam tata kelola pemerintahan.
Kunjungan Prabowo ke Kalimantan Timur sendiri merupakan bagian dari upaya konsolidasi dan peninjauan proyek strategis nasional, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mengakselerasi pembangunan di provinsi tersebut. Momen personal yang tak terduga ini menambahkan warna tersendiri dalam interaksi antara pemimpin nasional dan daerah, menyoroti ikatan yang tak terduga di balik layar pemerintahan yang seringkali formal.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda





