Jakarta – Menteri Pertahanan sekaligus Presiden terpilih, Prabowo Subianto, resmi melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar di Jakarta pada 11 April 2026. Keputusan ini menandai berakhirnya era panjang kepemimpinannya di organisasi olahraga beladiri tradisional Indonesia tersebut.
Dalam kesempatan yang mengharukan, Prabowo mengungkapkan permohonan maafnya karena belum berhasil membawa Pencak Silat masuk sebagai cabang olahraga (cabor) resmi di ajang Olimpiade. Namun, ia juga menegaskan komitmennya yang tak tergoyahkan untuk terus memberikan dukungan penuh kepada PB IPSI dan seluruh pegiat Pencak Silat dalam mencapai impian tersebut di masa mendatang.
Akhiri Era Kepemimpinan Prabowo di PB IPSI
Prabowo Subianto telah memimpin PB IPSI selama beberapa periode, menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap pelestarian dan pengembangan Pencak Silat, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Di bawah kepemimpinannya, Pencak Silat telah meraih berbagai prestasi membanggakan di SEA Games dan Asian Games, serta aktif memperkenalkan beladiri ini ke berbagai negara.
Namun, impian terbesar untuk melihat Pencak Silat berlaga di panggung Olimpiade masih menjadi pekerjaan rumah. Pengakuan sebagai cabor Olimpiade membutuhkan proses panjang yang melibatkan berbagai aspek, mulai dari standardisasi aturan, jumlah negara peserta, hingga daya tarik global. Prabowo mengakui tantangan besar ini dan mengambil tanggung jawab atas belum tercapainya target tersebut selama masa kepemimpinannya.
“Saya menyadari bahwa target utama kita, membawa Pencak Silat ke kancah Olimpiade, belum tercapai selama masa kepemimpinan saya. Untuk itu, saya memohon maaf. Namun, semangat dan komitmen saya untuk terus mendukung PB IPSI dan Pencak Silat tidak akan pernah padam. Saya akan selalu ada untuk membantu mewujudkan impian besar ini, demi kebanggaan bangsa dan warisan budaya kita,” ujar Prabowo dengan nada tulus.
Komitmen Abadi untuk Pencak Silat dan Misi Olimpiade
Meskipun tidak lagi memegang tampuk kepemimpinan secara struktural di PB IPSI, Prabowo Subianto menegaskan bahwa dukungannya terhadap Pencak Silat akan tetap berlanjut. Pernyataan ini memberikan dorongan moral yang signifikan bagi seluruh insan Pencak Silat di Indonesia, mengingat pengaruh dan posisi Prabowo yang kuat di kancah politik dan pemerintahan.
Dukungan yang dimaksud Prabowo diperkirakan mencakup berbagai bentuk, mulai dari advokasi kebijakan, fasilitasi jaringan internasional, hingga potensi bantuan material yang diperlukan untuk pengembangan atlet dan promosi Pencak Silat di mata dunia. Misi membawa Pencak Silat ke Olimpiade kini akan diemban oleh kepemimpinan baru PB IPSI, namun dengan restu dan dukungan penuh dari Prabowo.
Pencak Silat bukan hanya sekadar olahraga beladiri, melainkan juga warisan budaya dan identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diperkenalkan ke seluruh penjuru dunia. Dengan semangat baru dan komitmen yang tak lekang oleh waktu, harapan untuk melihat pesilat Indonesia berlaga di pentas olahraga tertinggi dunia tetap menyala. Perpisahan Prabowo dari kursi Ketua Umum PB IPSI bukanlah akhir, melainkan babak baru dalam perjuangan panjang Pencak Silat menuju panggung Olimpiade.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda





