Jakarta, 28 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI merespons cepat polemik yang muncul akibat viralnya kasus kehilangan tumbler penumpang di media sosial. Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, menegaskan bahwa tidak ada pemecatan karyawan terkait insiden tersebut, namun memastikan adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem layanan Lost and Found perusahaan.
Pernyataan ini dikeluarkan menyusul berbagai spekulasi dan narasi yang berkembang di ruang publik, terutama terkait dugaan sanksi berat bagi karyawan yang terlibat dalam penanganan kasus tersebut. KAI berharap pernyataan ini dapat meluruskan persepsi publik dan mengembalikan informasi yang beredar di media sosial pada proporsi yang tepat.
Kasus yang menghebohkan jagat maya beberapa waktu lalu tersebut bermula dari laporan seorang penumpang mengenai kehilangan barang berharganya, yaitu sebuah tumbler, saat dalam perjalanan kereta api. Respons awal yang dirasa lambat dan kurang memuaskan memicu gelombang kritik dari warganet, yang kemudian menuntut akuntabilitas dan perbaikan layanan dari KAI.
Menyikapi polemik tersebut, Didiek Hartantyo menjelaskan bahwa investigasi internal telah dilakukan secara komprehensif. Fokus utama KAI adalah pada perbaikan sistem dan prosedur, bukan semata-mata pada penghukuman sepihak terhadap individu. “Kami telah melakukan penelusuran mendalam terhadap insiden yang viral ini. Prinsip kami adalah perbaikan berkelanjutan dan peningkatan kualitas layanan, bukan mencari kambing hitam,” ujar Hartantyo dalam keterangannya.
Evaluasi Menyeluruh Layanan Lost & Found
Hartantyo menambahkan, KAI akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan implementasi layanan “Lost and Found” di seluruh wilayah operasional. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari prosedur pelaporan, proses pencarian, penyimpanan, hingga pengembalian barang kepada pemiliknya.
Pemanfaatan teknologi juga akan didorong untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam penanganan barang hilang. KAI berencana untuk mengembangkan sistem pelacakan digital yang memungkinkan penumpang memantau status barang yang hilang secara real-time. Selain itu, pelatihan khusus bagi petugas di bagian “Lost and Found” akan diperkuat untuk memastikan respons yang cepat, empati, dan sesuai dengan standar pelayanan prima.
Tujuan utama dari evaluasi ini adalah meningkatkan kecepatan penanganan, akurasi informasi, dan kepuasan penumpang secara keseluruhan. KAI berkomitmen untuk memastikan setiap barang hilang yang dilaporkan ditangani dengan serius dan profesional, meminimalkan kerugian dan kekecewaan penumpang.
Meluruskan Narasi dan Komitmen Pelayanan
KAI sangat menyadari dampak luas dari isu yang menjadi viral di media sosial. Oleh karena itu, perusahaan berharap dengan langkah-langkah konkret yang diambil ini, persepsi negatif yang mungkin terbentuk dapat diperbaiki. Didiek Hartantyo juga menekankan bahwa komitmen KAI terhadap keselamatan, kenyamanan, dan kepuasan penumpang adalah prioritas utama dalam setiap operasionalnya.
“Kami selalu menempatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang sebagai napas utama operasional kami. Setiap masukan, termasuk kritik di media sosial, menjadi bahan bakar bagi kami untuk terus berbenah dan memberikan layanan terbaik. Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan mari bersama-sama membangun KAI yang lebih baik,” tegas Didiek Hartantyo.
Dengan langkah-langkah proaktif ini, KAI berharap dapat mengembalikan kepercayaan publik dan menegaskan posisinya sebagai penyedia layanan transportasi yang responsif dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Transformasi layanan “Lost and Found” diharapkan menjadi contoh nyata komitmen KAI dalam menanggapi setiap isu dengan serius dan menjadikannya momentum untuk terus berinovasi.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






