Seoul, 14 February 2026 – Ketika suhu udara membekukan dan salju menyelimuti lanskap Korea Selatan, warga lokal memiliki cara unik untuk mencari kehangatan dan relaksasi: Jjimjilbang. Lebih dari sekadar pemandian umum, Jjimjilbang telah menjelma menjadi pusat rekreasi komunal dan bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat Negeri Ginseng, terutama saat musim dingin tiba.
Liputan6.com, dalam laporannya dari Seoul, berkesempatan menjajal langsung sensasi Jjimjilbang. Pengalaman ini bukan hanya tentang menghangatkan tubuh, melainkan sebuah penyelaman mendalam ke dalam tradisi yang telah lama dijaga, menawarkan perpaduan sempurna antara relaksasi, sosialisasi, dan kuliner dalam satu atap yang hangat.
Menyelami Pusat Relaksasi Komunal
Memasuki Jjimjilbang adalah seperti melangkah ke dunia lain. Begitu Anda melewati pintu masuk dan menukar sepatu dengan sandal khusus, seluruh hiruk pikuk kota seolah tertinggal. Jjimjilbang modern adalah kompleks multifungsi yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, mulai dari area pemandian air panas dan dingin, berbagai jenis sauna (seperti sauna garam, sauna giok, atau sauna arang), hingga ruang tidur komunal, area hiburan, bahkan restoran dan kafe.
Pengunjung biasanya akan berganti pakaian dengan seragam khusus yang disediakan, berupa kaus dan celana pendek, sebelum menjelajahi setiap sudut Jjimjilbang. Area pemandian yang terpisah antara pria dan wanita adalah inti dari pengalaman ini, tempat di mana tradisi mandi bersih ala Korea dilakukan. Setelah itu, area umum yang hangat menjadi tempat berkumpul, bersantai, dan menikmati hidangan ringan seperti sikhye (minuman beras manis) atau telur panggang maekbanseok gyeran yang khas.
Lingkungan yang kasual dan ramah keluarga membuat Jjimjilbang menjadi destinasi favorit untuk menghabiskan waktu luang, baik sendirian, bersama teman, atau keluarga. Anak-anak berlarian riang, orang dewasa berbincang santai, sementara sebagian lainnya menikmati tidur siang singkat di ruang tidur yang sunyi. Ini adalah potret kebersamaan dan relaksasi yang otentik.
Oase di Tengah Dinginnya Winter
Musim dingin di Korea Selatan bisa sangat ekstrem, dengan suhu yang seringkali di bawah nol derajat Celsius. Dalam kondisi seperti ini, Jjimjilbang menjadi penyelamat. Kontras antara udara dingin yang menusuk di luar dan kehangatan yang merangkul di dalam memberikan sensasi yang sangat menenangkan dan memulihkan energi.
“Lebih dari sekadar tempat mandi, jjimjilbang adalah cerminan filosofi hidup orang Korea yang mengutamakan komunitas dan kesejahteraan, sebuah pelukan hangat di tengah kerasnya musim dingin yang keras.”
Berendam di bak air panas atau menghabiskan waktu di sauna bersuhu tinggi dipercaya tidak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga memiliki beragam manfaat kesehatan, seperti melancarkan peredaran darah, detoksifikasi, dan meredakan ketegangan otot. Setelah sesi sauna yang intens, tak jarang pengunjung mencoba “ruang es” untuk menyegarkan diri, sebuah terapi kontras yang dipercaya baik untuk kulit dan vitalitas.
Kunjungan ke Jjimjilbang saat winter menawarkan pengalaman budaya yang tak terlupakan. Ini adalah cara otentik untuk melihat bagaimana warga Korea menghadapi kerasnya alam dengan menciptakan ruang komunal yang hangat, nyaman, dan penuh kebersamaan. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Korea Selatan, mencoba Jjimjilbang adalah rekomendasi mutlak untuk merasakan denyut nadi kehidupan lokal sekaligus menemukan oase kehangatan di tengah musim dingin.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda




