Cisarua, Jawa Barat – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan komitmen kuat Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mendampingi dan menjamin masa depan keluarga para prajurit yang gugur dalam tragedi longsor di Cisarua, Jawa Barat. Sebagai bentuk perhatian khusus, Jenderal Maruli menjanjikan prioritas bagi anak-anak korban untuk dapat bergabung dengan institusi TNI di kemudian hari.
Pernyataan ini disampaikan di tengah duka mendalam atas gugurnya 23 prajurit Korps Marinir akibat bencana alam tersebut. Insiden yang mengguncang ini menyoroti risiko dan pengorbanan yang dihadapi personel militer, bahkan di luar medan perang. TNI, melalui pimpinan tertinggi Angkatan Darat, berupaya memberikan ketenangan dan harapan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Komitmen TNI untuk Keluarga Prajurit Gugur
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam beberapa kesempatan menekankan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarganya adalah prioritas utama. Tragedi longsor di Cisarua, yang merenggut nyawa puluhan abdi negara, menjadi momentum bagi TNI untuk menguatkan kembali ikatan emosional dan tanggung jawab institusi terhadap personelnya.
TNI memiliki komitmen penuh untuk tidak meninggalkan keluarga prajuritnya yang gugur. Kami akan terus mendampingi mereka, memastikan kebutuhan dasar dan pendidikan anak-anak mereka terpenuhi, serta membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik. Ini adalah bentuk penghargaan tertinggi atas pengorbanan mereka, ujar Jenderal Maruli.
Pendampingan yang dimaksud tidak hanya sebatas bantuan finansial awal, melainkan juga dukungan psikologis, sosial, dan pendidikan jangka panjang. Program-program kesejahteraan yang ada di tubuh TNI akan dioptimalkan untuk memastikan bahwa keluarga para pahlawan ini mendapatkan perhatian yang layak. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa pengorbanan prajurit tidak akan pernah sia-sia dan selalu dihargai oleh negara.
Jaminan Masa Depan: Prioritas Masuk TNI
Janji prioritas masuk TNI bagi anak-anak prajurit yang menjadi korban longsor adalah salah satu poin krusial dari komitmen KSAD. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan harapan dan motivasi baru bagi keluarga, sekaligus menjaga regenerasi semangat patriotisme dalam darah keturunan prajurit.
Mekanisme prioritas ini akan diatur dalam sistem rekrutmen TNI, di mana anak-anak dari prajurit yang gugur akan mendapatkan pertimbangan khusus dalam seleksi. Meskipun demikian, Jenderal Maruli juga menekankan bahwa mereka tetap harus memenuhi standar dan persyaratan yang ditetapkan, sebagai bentuk profesionalisme TNI. Namun, adanya jalur prioritas ini menunjukkan penghargaan dan kesempatan lebih besar yang diberikan kepada mereka.
Langkah ini selaras dengan upaya TNI untuk membangun citra sebagai institusi yang peduli dan loyal terhadap seluruh anggotanya, dari awal dinas hingga purnabakti, bahkan kepada keluarga yang ditinggalkan. Diharapkan, janji ini dapat memberikan kepastian dan semangat bagi anak-anak tersebut untuk mengikuti jejak orang tua mereka, melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara. Hingga , rincian teknis pelaksanaan prioritas ini masih terus dimatangkan oleh jajaran petinggi TNI.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






