Jakarta, 27 February 2026 – Pemerintah Indonesia bersama Inggris meluncurkan sebuah inisiatif ambisius yang bertujuan untuk merevolusi model pembiayaan konservasi gajah Sumatera. Proyek bernama Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) ini diharapkan menjadi terobosan dalam upaya penyelamatan spesies gajah yang terancam punah melalui skema pembiayaan berkelanjutan dan inovatif.
Peluncuran PECI menandai komitmen kuat kedua negara dalam menjaga keanekaragaman hayati global, khususnya di Indonesia yang dikenal sebagai salah satu hotspot mega-biodiversitas. Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) saat ini berstatus Kritis (Critically Endangered) menurut IUCN Red List, dengan populasi yang terus menurun akibat hilangnya habitat, perburuan liar, dan konflik manusia-gajah.
PECI dirancang untuk mengatasi tantangan pendanaan konservasi tradisional yang seringkali bersifat jangka pendek dan terbatas. Melalui kolaborasi ini, Indonesia dan Inggris berupaya menciptakan kerangka kerja pembiayaan hibrida yang melibatkan berbagai sumber, mulai dari dana hibah internasional, investasi swasta, hingga mekanisme pasar karbon dan pengembangan eko-wisata berbasis masyarakat.
Mekanisme Pembiayaan Inovatif dan Tantangan Konservasi
Model pembiayaan yang diusung PECI menekankan pada keberlanjutan dan diversifikasi. Salah satu fokus utamanya adalah memanfaatkan potensi kredit karbon dari restorasi dan perlindungan ekosistem hutan yang menjadi habitat gajah. Pendekatan ini memungkinkan proyek konservasi untuk menghasilkan pendapatan sendiri sekaligus memberikan insentif ekonomi bagi masyarakat lokal untuk turut menjaga kelestarian hutan.
Selain itu, pengembangan eko-wisata yang bertanggung jawab juga menjadi pilar penting. Dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai pengelola dan pemandu, diharapkan tercipta peluang ekonomi baru yang selaras dengan upaya konservasi. “PECI tidak hanya berbicara tentang gajah, tetapi juga tentang masyarakat dan masa depan mereka. Konservasi yang efektif harus inklusif dan memberikan manfaat langsung kepada mereka yang hidup berdampingan dengan satwa liar,” jelas seorang juru bicara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Tantangan utama yang dihadapi gajah Sumatera adalah fragmentasi habitat akibat ekspansi perkebunan dan infrastruktur. Konflik manusia-gajah (HEC) menjadi tidak terhindarkan ketika ruang gerak gajah semakin sempit. PECI akan fokus pada identifikasi dan perlindungan koridor gajah, serta pengembangan mitigasi konflik yang humanis dan efektif, termasuk pendidikan dan penyediaan alat bantu pengusir gajah secara non-invasif.
Dampak Jangka Panjang dan Komitmen Internasional
Dampak jangka panjang dari PECI diharapkan sangat signifikan. Proyek ini tidak hanya berambisi untuk meningkatkan populasi gajah Sumatera, tetapi juga untuk memperbaiki kualitas habitat, mengurangi tingkat konflik manusia-gajah, dan memberdayakan komunitas lokal. Dengan adanya model pembiayaan yang kuat, kegiatan konservasi dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan tanpa bergantung sepenuhnya pada siklus pendanaan proyek jangka pendek.
“Inisiatif seperti PECI menunjukkan bahwa konservasi tidak hanya tentang perlindungan, tetapi juga inovasi dan keberlanjutan. Kami optimis model ini akan menjadi cetak biru bagi upaya serupa di masa depan, melindungi warisan alam kita sambil memberdayakan masyarakat. Komitmen Inggris dalam proyek ini adalah bukti nyata dari prioritas bersama kita dalam menghadapi krisis iklim dan keanekaragaman hayati,” ujar Duta Besar Inggris untuk Indonesia dalam sebuah kesempatan terpisah.
PECI juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain yang menghadapi tantangan serupa dalam konservasi spesies kunci. Kolaborasi Indonesia-Inggris ini menjadi demonstrasi nyata bagaimana kemitraan internasional dapat mendorong solusi kreatif dan berdampak luas. Kedua negara berkomitmen untuk memantau kemajuan proyek secara berkala dan berbagi pembelajaran dengan komunitas konservasi global.
Melalui PECI, Indonesia dan Inggris berharap dapat menciptakan preseden baru dalam pembiayaan konservasi, memastikan bahwa upaya perlindungan gajah Sumatera tidak hanya efektif secara ekologis tetapi juga berkelanjutan secara finansial dan sosial untuk generasi mendatang.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






