Jakarta, 27 November 2025 – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, kembali menegaskan keyakinannya yang mendalam terhadap Pancasila sebagai pilar fundamental Republik Indonesia. Dalam forum bergengsi Liga Muslim Dunia (World Muslim League) yang baru-baru ini diselenggarakan, Muzani menyatakan bahwa ideologi dasar negara Indonesia tersebut akan terus bertahan dan relevan hingga akhir zaman, bahkan sampai Yaumul Qiyamah.
Semangat Pancasila di Kancah Global
Pernyataan tersebut disampaikan Muzani saat menghadiri pertemuan penting Liga Muslim Dunia, sebuah organisasi internasional yang berfokus pada penyebaran pesan moderasi Islam, toleransi, dan dialog antarperadaban. Kehadiran Ketua MPR RI di forum internasional ini menjadi platform strategis untuk mempromosikan nilai-nilai kebangsaan Indonesia di hadapan pemimpin dan cendekiawan Muslim dari berbagai belahan dunia.
Dalam pidatonya, Muzani menguraikan bagaimana Pancasila, dengan lima prinsip utamanya – Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia – telah berhasil menyatukan bangsa yang sangat majemuk. Ia menekankan bahwa Pancasila bukan hanya sekadar ideologi politik, melainkan cerminan dari kearifan lokal dan nilai-nilai luhur agama yang telah mengakar kuat dalam masyarakat Indonesia.
“Pancasila bukan hanya sekadar ideologi negara, melainkan manifestasi dari nilai-nilai luhur agama dan kearifan lokal yang telah mengakar kuat dalam masyarakat Indonesia,” ujar Muzani, menggambarkan bagaimana Pancasila menjadi benang merah yang mengikat keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan di Tanah Air. “Keberadaan Pancasila telah terbukti mampu meredam konflik, memupuk persatuan, dan menjaga stabilitas negara dalam perjalanan panjang sejarah bangsa kita.”
Pernyataan ini disambut baik oleh para peserta forum, menunjukkan ketertarikan komunitas internasional terhadap model kerukunan beragama dan berbangsa yang diterapkan di Indonesia, terutama di tengah meningkatnya tensi konflik dan polarisasi di berbagai belahan dunia.
Pilar Kekuatan Bangsa dan Relevansi Abadi
Muzani melanjutkan penjelasannya dengan menggarisbawahi kekuatan Pancasila sebagai ideologi yang fleksibel namun kokoh, mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan esensinya. Ia percaya bahwa nilai-nilai universal yang terkandung dalam Pancasila, seperti toleransi, keadilan, dan musyawarah, akan selalu relevan dalam menghadapi tantangan global di masa depan.
“Saya yakin, Pancasila akan terus kokoh menjadi pilar negara Indonesia. Semangat gotong royong, musyawarah, dan keadilan sosial yang terkandung di dalamnya akan terus relevan, membimbing kita melewati berbagai tantangan zaman, bahkan hingga yaumul qiyamah. Ini adalah janji sekaligus harapan besar kita sebagai bangsa,” tegas Ahmad Muzani, dengan nada optimisme.
Pernyataan Ketua MPR ini mengukuhkan kembali komitmen MPR RI dan seluruh elemen bangsa untuk terus mengamalkan serta menjaga Pancasila dari berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri. Diskusi di forum Liga Muslim Dunia juga diharapkan dapat menjadi jembatan bagi Indonesia untuk berbagi pengalaman dalam membangun harmoni dan persatuan melalui ideologi negara yang inklusif.
Dengan demikian, pernyataan Ahmad Muzani di Liga Muslim Dunia bukan sekadar keyakinan pribadi, melainkan sebuah pesan diplomasi kebangsaan yang kuat, menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang berkomitmen pada perdamaian, keadilan, dan toleransi berdasarkan Pancasila.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






