Jakarta, 18 February 2026 – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) secara resmi mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp2,4 triliun kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mempercepat pemulihan sektor pendidikan pasca-bencana di wilayah Sumatra. Dana tambahan ini krusial untuk mengatasi dampak kerusakan infrastruktur dan gangguan proses belajar mengajar yang melanda beberapa provinsi akibat serangkaian bencana alam.
Usulan tersebut muncul sebagai respons atas kebutuhan mendesak yang teridentifikasi setelah tim Kemendikbudristek melakukan kajian lapangan dan menyusun rencana kerja komprehensif selama dua minggu terakhir pada bulan Februari. Rencana ini berfokus pada langkah-langkah konkret untuk memastikan anak-anak yang terdampak dapat kembali mengenyam pendidikan secepatnya.
Prioritas Pemulihan Infrastruktur dan Dukungan Psikososial
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa alokasi dana Rp2,4 triliun ini akan diarahkan pada beberapa prioritas utama. Salah satunya adalah rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas pendidikan yang rusak berat. Ribuan sekolah di provinsi seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Riau dilaporkan mengalami kerusakan mulai dari ringan hingga parah akibat banjir bandang dan tanah longsor.
Kami memahami bahwa pendidikan adalah hak fundamental setiap anak. Kerusakan fisik sekolah dan hilangnya sarana belajar tidak boleh menjadi penghalang bagi mereka untuk meraih masa depan, ujar Menteri. Anggaran ini akan digunakan untuk membangun kembali ruang kelas, memperbaiki laboratorium, perpustakaan, serta menyediakan fasilitas penunjang seperti sanitasi yang layak. Kami juga akan mengupayakan pembangunan sekolah darurat agar proses belajar dapat segera dimulai tanpa menunggu perbaikan permanen.
“Selain perbaikan fisik, aspek pemulihan psikososial bagi siswa dan guru juga menjadi perhatian utama kami. Trauma akibat bencana dapat berdampak jangka panjang pada konsentrasi belajar dan motivasi. Oleh karena itu, program dukungan konseling dan kegiatan rekreatif edukatif akan kami integrasikan dalam rencana pemulihan ini,” tegas Menteri.
Program dukungan ini mencakup pelatihan guru untuk penanganan trauma, penyediaan modul pembelajaran yang adaptif terhadap kondisi darurat, serta distribusi alat tulis dan buku-buku pelajaran baru yang banyak hilang atau rusak akibat bencana.
Proses Anggaran dan Harapan Percepatan
Pengajuan anggaran tambahan ini kini berada di tangan DPR untuk dibahas dan disetujui. Diharapkan, proses legislasi dapat berjalan cepat mengingat urgensi situasi di lapangan. Kemendikbudristek telah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan sinergi dalam penanganan dan pemulihan pasca-bencana.
Anggota Komisi X DPR RI, [Nama Anggota DPR – *bisa dikosongkan atau diisi dengan jabatan generik*], menyambut baik inisiatif Kemendikbudristek. “Kami mengapresiasi langkah cepat Kementerian dalam mengidentifikasi kebutuhan dan mengajukan proposal ini. Proses pembahasan di DPR akan kami prioritaskan untuk memastikan dana ini bisa segera cair dan dimanfaatkan secara optimal di lapangan,” katanya. “Setiap hari penundaan berarti hilangnya kesempatan belajar bagi anak-anak kita yang sudah terdampak bencana.”
Dengan persetujuan anggaran ini, Kemendikbudristek berharap dapat mengimplementasikan seluruh rencana kerja pemulihan dalam waktu sesingkat-singkatnya, sehingga target utama untuk mengembalikan stabilitas proses pembelajaran di wilayah Sumatra yang terdampak bencana dapat tercapai sepenuhnya.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda





