Polri, melalui Korps Brigade Mobil (Brimob), kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan dengan menyiagakan dapur lapangan di dua wilayah terdampak bencana, yakni Aceh Tamiang dan sebagian wilayah Sumatera Barat. Keberadaan fasilitas esensial ini menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya konsumsi, bagi ribuan warga yang terpaksa mengungsi akibat musibah alam yang melanda.
Respons Cepat dalam Situasi Darurat
Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kedua provinsi tersebut dalam beberapa waktu terakhir telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan dan memaksa ribuan jiwa meninggalkan rumah mereka. Dalam situasi kritis seperti ini, kecepatan respons menjadi faktor penentu keselamatan dan kesejahteraan para korban. Brimob Polri, dengan mobilisasi personel dan peralatan lengkap, segera mendirikan pos-pos dapur umum di titik-titik pengungsian strategis.
Tim Brimob yang diterjunkan tidak hanya bertugas memasak, tetapi juga mendistribusikan ribuan porsi makanan siap santap setiap hari. Mereka memastikan setiap pengungsi, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, mendapatkan asupan gizi yang cukup dan higienis. Operasi ini berlangsung tanpa henti, menunjukkan dedikasi tinggi aparat dalam membantu masyarakat.
Kapolda Aceh, Irjen Pol. Achmad Kartiko, melalui keterangan persnya pada 16 January 2026, menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam penanganan pasca-bencana.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan dan kesejahteraan warga terdampak. Dapur lapangan Brimob ini adalah bentuk nyata kehadiran negara, memastikan tidak ada satupun pengungsi yang kelaparan di tengah kesulitan ini. Ini bukan sekadar makanan, tapi juga harapan dan kekuatan bagi mereka untuk bertahan dan bangkit kembali,” ujar Irjen Pol. Achmad Kartiko.
Pentingnya Logistik Pangan bagi Korban Bencana
Ketersediaan makanan yang higienis, teratur, dan bergizi merupakan salah satu aspek paling krusial dalam manajemen bencana. Tanpa pasokan pangan yang memadai, risiko malnutrisi, dehidrasi, dan penyebaran penyakit dapat meningkat drastis, terutama di lingkungan pengungsian yang rentan. Dapur lapangan Brimob dirancang untuk beroperasi secara mandiri dan efisien, dilengkapi dengan tim juru masak terlatih serta pasokan bahan makanan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan ratusan hingga ribuan orang setiap harinya. Mereka bekerja tanpa kenal lelah, dari pagi hingga malam, demi memastikan setiap pengungsi mendapatkan jatah makanan tepat waktu.
Di Sumatera Barat, penanganan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor juga menjadi fokus utama. Satuan Brimob setempat aktif berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta relawan lainnya untuk menjangkau lokasi-lokasi terpencil yang sulit diakses. Proses distribusi makanan dilakukan dengan berbagai cara inovatif, termasuk menggunakan perahu karet atau kendaraan taktis khusus, mengingat banyak wilayah yang masih terendam banjir atau terisolasi akibat putusnya akses jalan.
Langkah proaktif Brimob Polri dalam menyiagakan dapur lapangan ini merupakan bagian integral dari tugas kemanusiaan mereka. Selain fungsi utama penegakan hukum dan menjaga ketertiban, Brimob juga memiliki kapabilitas mumpuni dalam penanganan bencana alam dan operasi kemanusiaan. Operasi penyediaan pangan ini diharapkan terus berlanjut hingga kondisi di Aceh Tamiang dan Sumatera Barat pulih sepenuhnya, serta para pengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman dan nyaman. Komitmen ini sekali lagi menunjukkan bahwa Polri selalu siap sedia menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat di kala duka dan kesulitan.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






