Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dapat mulai berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tahun ini. Pernyataan ini disampaikan seiring dengan rampungnya pembangunan gedung perkantoran dan berbagai infrastruktur pendukung yang siap digunakan.
Dalam keterangan pers yang disampaikan 30 March 2026, Basuki menekankan bahwa kesiapan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat proses relokasi dan operasional pemerintahan di IKN. Ia menambahkan bahwa persiapan komprehensif juga telah dilakukan oleh staf Wakil Presiden untuk memastikan kelancaran transisi.
Persiapan Matang Menuju Ibu Kota Baru
Basuki menjelaskan, tidak hanya gedung perkantoran Wakil Presiden yang telah rampung, tetapi juga berbagai fasilitas pendukung vital lainnya. Infrastruktur dasar seperti jaringan listrik, pasokan air bersih, serta sistem telekomunikasi telah terpasang dan siap beroperasi. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan efisien sejak awal.
Pembangunan di IKN Nusantara terus dikebut sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah. Kesiapan gedung Wakil Presiden ini menjadi tonggak penting dalam menunjukkan progres nyata pembangunan di ibu kota baru. Tim konstruksi telah bekerja keras memastikan kualitas dan kelayakan seluruh fasilitas.
“Kami memastikan bahwa segala fasilitas dan infrastruktur pendukung untuk operasional Wakil Presiden di IKN telah siap sepenuhnya. Ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam mempercepat pembangunan dan relokasi ibu kota,” tegas Basuki.
Progres IKN dan Dampak Relokasi Bertahap
Langkah relokasi Wakil Presiden ke IKN pada tahun ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk melakukan pemindahan secara bertahap. Selain kompleks perkantoran Wakil Presiden, pembangunan sejumlah gedung kementerian, Istana Presiden, dan fasilitas hunian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) juga terus berjalan sesuai jadwal. Fase awal relokasi akan difokuskan pada pejabat tinggi negara dan sebagian ASN, dengan tujuan menciptakan ekosistem pemerintahan yang utuh di IKN.
Kepindahan Wakil Presiden ke IKN diharapkan dapat menjadi simbol kuat bagi investor, masyarakat, dan dunia internasional mengenai keseriusan Indonesia dalam membangun ibu kota baru yang modern, cerdas, dan berkelanjutan. Progres ini juga diharapkan dapat memacu percepatan pembangunan sektor-sektor lain di IKN, termasuk fasilitas pendidikan, kesehatan, dan komersial, untuk mendukung kehidupan masyarakat yang akan bermigrasi.
Pemerintah terus memonitor dan mengevaluasi setiap tahapan pembangunan di IKN untuk memastikan semua target tercapai. Dengan kesiapan kantor Wakil Presiden, proses pemindahan dan operasional pemerintahan di IKN diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pembangunan nasional.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda





