PADANG – Kota Padang, Sumatera Barat, kembali diterjang banjir bandang dahsyat pada Kamis pagi, 27 November 2025, mengakibatkan putusnya akses vital berupa jembatan penghubung di kawasan Gunung Nago. Insiden ini, yang terjadi di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, secara efektif mengisolasi ribuan warga dan melumpuhkan aktivitas sehari-hari di wilayah tersebut.
Debit air yang tinggi akibat curah hujan ekstrem sejak dini hari menyebabkan Sungai Batang Kuranji meluap drastis. Arus deras yang tak terbendung kemudian menghantam struktur jembatan di Gunung Nago dengan kekuatan penuh, hingga akhirnya membuat jembatan tersebut ambruk dan hanyut terbawa arus. Pemandangan mengerikan ini terekam dalam video amatir warga yang viral di media sosial, menunjukkan bagaimana beton dan rangka besi jembatan tak kuasa menahan terjangan air bah.
Jembatan yang hanyut ini merupakan satu-satunya akses darat utama bagi warga Lambung Bukit untuk menuju pusat kota atau wilayah lain di Padang. Akibatnya, transportasi terputus total, menghambat distribusi logistik, akses pendidikan, dan mobilitas pekerja. Pihak berwenang setempat segera melakukan peninjauan lokasi untuk mengidentifikasi dampak kerusakan dan merumuskan langkah penanganan darurat.
Akses Transportasi Terputus, Ribuan Warga Terdampak
Dampak langsung dari ambruknya jembatan Gunung Nago sangat dirasakan oleh masyarakat setempat. Berdasarkan data awal dari pemerintah daerah, diperkirakan lebih dari 5.000 jiwa yang bermukim di Kelurahan Lambung Bukit kini menghadapi kesulitan akses. Sebagian besar warga harus memutar jauh melalui jalur alternatif yang tidak memadai, atau bahkan terpaksa tidak dapat beraktivitas seperti biasa.
Ini jembatan satu-satunya bagi kami, Mas. Kalau begini, anak-anak sekolah jadi kesulitan, pasar juga jauh, semua jadi serba susah, keluh Rina (45), seorang warga Lambung Bukit, saat diwawancarai di lokasi kejadian. Ia menambahkan bahwa kejadian serupa, meski tidak sampai menghanyutkan jembatan, kerap terjadi setiap musim hujan tiba, menunjukkan kerentanan wilayah tersebut terhadap bencana hidrometeorologi.
Selain masalah mobilitas, putusnya jembatan ini juga berpotensi mengganggu perekonomian lokal. Pedagang kecil yang biasa menjual hasil bumi atau dagangan dari kota kini menghadapi hambatan besar dalam distribusi. Pasokan kebutuhan pokok juga dikhawatirkan akan terganggu jika kondisi ini berlanjut dalam waktu lama tanpa solusi cepat dari pemerintah.
Respons Cepat Pemerintah dan Upaya Mitigasi Jangka Panjang
Menyikapi bencana ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bersama tim gabungan dari TNI, Polri, dan relawan segera turun tangan. Kepala BPBD Kota Padang menyatakan bahwa timnya telah melakukan asesmen awal dan sedang berkoordinasi untuk menentukan langkah penanganan darurat serta bantuan yang dibutuhkan warga.
“Kami sangat prihatin dengan dampak yang ditimbulkan oleh banjir bandang ini, terutama terputusnya jembatan yang menjadi urat nadi mobilitas warga. Tim kami sudah di lapangan untuk melakukan asesmen dan mengupayakan langkah darurat, termasuk rencana pembangunan jembatan darurat atau jembatan bailey dalam waktu dekat,” ujar Kepala BPBD Kota Padang dalam keterangannya kepada media.
Pemerintah Kota Padang juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi hujan lebat masih ada di beberapa hari ke depan, sesuai prakiraan cuaca. Pihak BPBD telah mengaktifkan posko siaga bencana dan menyiapkan logistik bantuan esensial untuk warga terdampak. Selain penanganan darurat, Pemkot Padang juga diharapkan dapat merumuskan strategi mitigasi jangka panjang, termasuk perbaikan infrastruktur drainase dan normalisasi sungai yang sering meluap, mengingat Padang adalah wilayah yang rentan terhadap bencana banjir.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan, terutama di daerah rawan bencana seperti Sumatera Barat. Upaya kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang dan memastikan keselamatan serta kelancaran aktivitas warga. Peningkatan kesadaran masyarakat tentang mitigasi bencana juga menjadi kunci untuk mengurangi risiko dampak yang ditimbulkan.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






