Suasana duka yang mendalam menyelimuti prosesi pemakaman Kapten Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 yang gugur dalam insiden tragis di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Jenazah almarhum dikebumikan di tempat peristirahatan terakhirnya di Tigaraksa, Tangerang, pada 25 January 2026, dengan iringan air mata keluarga, kerabat, serta rekan-rekan sejawat yang turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Ratusan pelayat memadati area pemakaman, menciptakan atmosfer hening yang penuh kesedihan. Bendera setengah tiang tampak berkibar, mencerminkan rasa kehilangan yang tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh komunitas penerbangan nasional. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, diawali dengan upacara kedinasan yang dipimpin oleh perwakilan dari maskapai penerbangan tempat almarhum bernaung, diikuti dengan tabur bunga sebagai simbol penghormatan tertinggi.
Prosesi Haru dan Penghormatan Terakhir
Sejak pagi hari, kediaman keluarga Kapten Andy di Tigaraksa telah dipadati oleh pelayat. Raut wajah sendu dan isak tangis tak terbendung menghiasi setiap sudut. Istri almarhum, anak-anak, serta kedua orang tuanya tampak berusaha tegar, meskipun kesedihan yang teramat sangat jelas terpancar. Beberapa rekan pilot dan awak kabin yang pernah terbang bersama Kapten Andy juga terlihat hadir, saling menguatkan di tengah duka.
Mobil jenazah yang membawa Kapten Andy bergerak perlahan menuju pemakaman, diiringi oleh konvoi kendaraan dan para pelayat yang berjalan kaki. Sepanjang perjalanan, masyarakat sekitar turut menyaksikan dengan tatapan pilu, menunjukkan simpati mendalam atas kepergian sang penerbang. Di lokasi pemakaman, prosesi dilanjutkan dengan pembacaan doa-doa dan lantunan ayat suci, mengiringi penurunan jenazah ke liang lahat.
Salah seorang perwakilan maskapai dalam sambutannya menyampaikan belasungkawa terdalam dan mengenang Kapten Andy sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dan profesional. “Kapten Andy adalah salah satu pilot terbaik kami. Semangat dan dedikasinya dalam setiap penerbangan akan selalu kami kenang,” ujarnya.
“Kami semua sangat kehilangan sosok Kapten Andy. Beliau bukan hanya seorang pilot yang handal, tetapi juga pribadi yang ramah dan selalu menginspirasi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi cobaan berat ini.”
— Seorang kerabat dekat almarhum
Mengenang Dedikasi Sang Penerbang Profesional
Kapten Andy Dahananto dikenal sebagai pilot yang berpengalaman dengan jam terbang ribuan jam. Karirnya di dunia penerbangan telah dimulai puluhan tahun lalu, menjadikannya salah satu aset berharga bagi industri penerbangan nasional. Tragedi yang menimpa pesawat ATR 42-500 yang dipilotinya di Gunung Bulusaraung menjadi pukulan berat tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pencarian dan evakuasi.
Insiden tersebut, yang kini tengah dalam investigasi lebih lanjut oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), telah meninggalkan duka mendalam bagi seluruh bangsa. Kepergian Kapten Andy menjadi pengingat akan risiko dan dedikasi tinggi yang diemban oleh para penerbang dalam menjalankan tugasnya demi menghubungkan berbagai pelosok negeri. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






