JAKARTA – Pada H+7 Lebaran 29 March 2026, kondisi lalu lintas di ruas Tol Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) menunjukkan indikasi penurunan volume kendaraan yang signifikan. Meskipun demikian, pihak berwenang tetap mengimbau masyarakat untuk waspada, karena akumulasi kendaraan yang menuju Ibu Kota Jakarta masih terpantau tinggi di beberapa titik krusial. Penurunan ini menandai pergeseran fase puncak arus balik, namun belum sepenuhnya mengakhiri tantangan manajemen lalu lintas.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melaporkan bahwa data pada 29 March 2026 pukul 10.00 WIB menunjukkan penurunan volume kendaraan yang melintas di Tol Layang MBZ sekitar 15% dibandingkan dengan puncak kepadatan yang terjadi pada H+5 dan H+6 Lebaran. Angka tersebut memberikan sinyal positif bahwa gelombang besar pemudik yang menggunakan jalur tersebut telah berhasil melewati periode puncak.
Kami melihat adanya pelandaian di Tol MBZ. Ini sesuai dengan prediksi kami bahwa puncak arus balik akan terbagi dalam beberapa gelombang, ujar Dwimawan Heru, Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, yang kami kutip dari siaran pers sebelumnya. Ia menambahkan, efektivitas rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way turut berperan dalam mengurai kepadatan di jalur tersebut.
Ancaman Kepadatan di Pintu Masuk Jakarta
Meskipun Tol Layang MBZ mulai melandai, situasi berbeda masih terlihat di gerbang-gerbang tol utama menuju Jakarta. Gerbang Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, dan Cikarang Utama masih menjadi titik konsentrasi kendaraan yang cukup padat. Antrean panjang terpantau di gerbang-gerbang ini, menunjukkan bahwa volume kendaraan dari arah timur yang hendak masuk Jakarta belum sepenuhnya terurai.
Penyebab kepadatan ini diperkirakan karena masih banyaknya pemudik yang memilih kembali pada hari-hari terakhir libur Lebaran, menjelang dimulainya kembali aktivitas kerja dan sekolah pada awal pekan depan. Lonjakan arus kendaraan dari berbagai ruas tol Trans-Jawa dan arteri ke arah Jakarta-Cikampek juga menjadi faktor penting.
Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Pol. Aan Suhanan, sebelumnya telah memperkirakan bahwa puncak arus balik akan terbagi dalam beberapa gelombang. “Kami memprediksi masih akan ada gelombang kendaraan susulan hingga akhir pekan ini, terutama dari masyarakat yang mengambil cuti lebih panjang atau yang memiliki fleksibilitas waktu kembali,” ujar Irjen Aan, menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan.
Strategi Antisipasi dan Imbauan Pengendara
Untuk mengantisipasi kepadatan yang masih berlanjut, kepolisian dan Jasa Marga tetap memberlakukan rekayasa lalu lintas diskresioner seperti contraflow dan one way pada ruas tol tertentu, sesuai dengan kondisi di lapangan. Monitor jalur via CCTV dan aplikasi peta digital terus dilakukan secara intensif untuk memastikan respons cepat terhadap perubahan kondisi lalu lintas.
Pengguna jalan diimbau untuk terus memantau informasi terkini dari kanal resmi Jasa Marga dan Korlantas Polri melalui media sosial, situs web, serta aplikasi peta digital sebelum memulai perjalanan. Selain itu, penting bagi pengendara untuk memastikan kondisi kendaraan prima, mengisi bahan bakar secukupnya, dan membawa bekal yang memadai selama perjalanan.
Pihak kepolisian juga mengimbau para pemudik yang belum kembali ke Jakarta untuk menunda perjalanan jika memungkinkan, atau memilih waktu keberangkatan di luar jam-jam puncak, misalnya pada malam hari atau dini hari. “Istirahatlah setiap 3-4 jam perjalanan di rest area yang tersedia. Jangan memaksakan diri jika lelah atau mengantuk. Keselamatan adalah prioritas utama,” pesan petugas di lapangan. Situasi ini menunjukkan bahwa meski fase tersulit arus balik Lebaran 2024 di Tol MBZ mulai terlewati, tantangan manajemen lalu lintas di sekitar Jakarta masih berlanjut dan memerlukan kesadaran serta koordinasi dari semua pihak.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda





