Api berkobar hebat melahap puluhan lapak dan rumah warga di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, pada 24 May 2026 sore. Insiden tragis ini menyebabkan kerugian material yang tak sedikit, dengan puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal dan mata pencarian. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Peristiwa nahas tersebut bermula sekitar pukul 15.00 WIB ketika api tiba-tiba muncul dari salah satu lapak pedagang. Karena material bangunan yang didominasi semipermanen dan jarak antar bangunan yang sangat rapat, si jago merah dengan cepat membesar dan merembet ke sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Angin kencang di daerah tersebut semakin mempercepat laju penyebaran api, membuat warga panik berhamburan menyelamatkan diri dan sedikit barang berharga yang bisa diselamatkan.
Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi di langit Kalideres, terlihat dari berbagai penjuru ibu kota. Suara sirine pemadam kebakaran segera memenuhi udara, menandakan respons cepat dari petugas. Namun, kobaran api yang sudah terlampau besar serta akses jalan yang sempit menjadi tantangan serius bagi tim pemadam dalam menjinakkan amukan si jago merah.
Api Mengamuk, Warga Panik Berhamburan
Kepanikan tak terhindarkan melanda warga yang rumahnya terancam api. Banyak di antara mereka hanya bisa pasrah menyaksikan tempat tinggal dan harta benda mereka dilalap api. Beberapa warga terlihat bergotong royong berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, namun upaya tersebut tak banyak membantu.
Menurut kesaksian salah satu warga terdampak, Ibu Siti (54), api membesar sangat cepat. “Saya lagi masak, tiba-tiba tetangga teriak-teriak ada api. Pas keluar, api sudah tinggi sekali. Cuma bisa bawa anak-anak dan surat-surat penting. Lapak dagangan dan rumah sudah habis,” tuturnya dengan nada putus asa.
“Petugas kami menghadapi tantangan besar karena lokasi yang padat penduduk dan akses jalan yang sempit. Api sangat cepat merambat, menghanguskan puluhan bangunan dalam waktu singkat. Kami mengerahkan belasan unit mobil pemadam dan puluhan personel untuk menguasai api,” ujar Hendra Wijaya, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, kepada awak media di lokasi kejadian.
Upaya Pemadaman Dramatis dan Proses Investigasi
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat mengerahkan sedikitnya 15 unit mobil pemadam kebakaran dengan puluhan personel untuk memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung dramatis selama lebih dari tiga jam. Petugas berjibaku memadamkan api dari berbagai sisi, dibantu oleh warga setempat dan aparat kepolisian serta TNI.
Setelah perjuangan keras, api akhirnya berhasil dilokalisasi dan dipadamkan sepenuhnya menjelang petang. Beruntung, dalam insiden ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka berat. Namun, puluhan kepala keluarga kini harus mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti masjid atau rumah kerabat, karena tempat tinggal mereka hangus tak bersisa.
Pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Barat telah memulai penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri juga dijadwalkan akan turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dugaan awal mencuat ke arah korsleting listrik atau kebocoran tabung gas, namun semua masih dalam tahap pendalaman.
Pemerintah daerah setempat telah menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan kepada para korban, mulai dari penyediaan tempat penampungan sementara, logistik, hingga pendampingan psikologis. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, terutama di area permukiman padat penduduk.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






