Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, menyatakan keyakinan optimisnya bahwa Indonesia mampu menghapus kemiskinan ekstrem pada tahun 2026. Pernyataan ini sekaligus menyoroti target pemerintah untuk menekan angka kemiskinan secara keseluruhan hingga 5 persen pada tahun 2029, sebuah ambisi yang memerlukan strategi komprehensif dan implementasi yang terukur dari berbagai pihak.
Optimisme Cak Imin ini bukan tanpa dasar, meski detail kunci strategis pengentasan kemiskinan ekstrem tidak dijelaskan secara rinci dalam konteks aslinya, ia mengacu pada berbagai program yang telah dan sedang dijalankan pemerintah, serta potensi pengembangan kebijakan yang lebih inovatif. Target penghapusan kemiskinan ekstrem dua tahun dari sekarang, yakni 2026, menjadi sorotan utama mengingat tantangan ekonomi global dan domestik yang dinamis. Sementara itu, target 5 persen untuk kemiskinan secara umum pada 2029 merupakan kelanjutan dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Target Ambisius Menuju Indonesia Sejahtera
Pemerintah Indonesia telah lama berkomitmen untuk mengurangi angka kemiskinan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2023 menunjukkan bahwa angka kemiskinan di Indonesia berada pada 9,36 persen, turun tipis dibandingkan periode sebelumnya. Angka kemiskinan ekstrem sendiri, yang didefinisikan sebagai pengeluaran per kapita di bawah $2,15 PPP (Purchasing Power Parity) per hari, juga terus ditekan melalui berbagai intervensi.
Target yang diusung oleh Cak Imin, khususnya penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2026, menunjukkan sebuah aspirasi yang sangat ambisius. Hal ini memerlukan percepatan dalam pelaksanaan program-program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penciptaan lapangan kerja yang inklusif. Cak Imin menekankan bahwa upaya ini harus menjadi prioritas nasional, melibatkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, sektor swasta, dan partisipasi aktif masyarakat.
“Saya yakin bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi yang kuat, kemiskinan ekstrem di Indonesia dapat kita hapus sepenuhnya pada tahun 2026. Ini adalah target yang realistis jika kita fokus pada akar masalah dan memberikan solusi yang tepat sasaran,” ujar Muhaimin Iskandar pada 12 May 2026.
Kunci Strategi Pengentasan Kemiskinan
Meskipun detail spesifik mengenai “kunci” yang disebutkan Cak Imin belum diuraikan, secara umum, strategi pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka kemiskinan meliputi beberapa pilar utama. Pertama, penguatan program perlindungan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat termarjinalkan terpenuhi.
Kedua, peningkatan akses dan kualitas pendidikan serta kesehatan, yang merupakan investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi. Ketiga, pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pelatihan keterampilan kerja, dan fasilitasi akses permodalan. Keempat, penciptaan lapangan kerja berkualitas melalui investasi dan pengembangan sektor industri produktif.
Selain itu, strategi digitalisasi ekonomi dan peningkatan inklusi keuangan juga diyakini dapat menjadi akselerator dalam pengentasan kemiskinan. Optimalisasi data kemiskinan terpadu untuk memastikan bantuan tepat sasaran, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif, juga menjadi fondasi penting untuk mencapai target ambisius tersebut. Target 5 persen angka kemiskinan pada 2029 memerlukan pendekatan multi-sektoral yang berkelanjutan, tidak hanya fokus pada bantuan langsung, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






