Jakarta, 15 March 2026 – Arus mudik Lebaran 2026 telah menunjukkan geliat awal. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melaporkan bahwa sekitar 25 persen kendaraan pribadi telah meninggalkan wilayah Jakarta pada Minggu, 15 Maret 2026. Angka ini menandai dimulainya pergerakan massa menjelang Hari Raya Idul Fitri, bertepatan dengan hari ketiga pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang bertujuan mengamankan kelancaran dan keselamatan perjalanan.
Lonjakan Arus Keluar Ibu Kota
Data yang dirilis Korlantas Polri mengindikasikan bahwa pergerakan ini didominasi oleh kendaraan pribadi yang menuju berbagai daerah di Pulau Jawa, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui Tol Trans Jawa, serta sebagian ke arah Jawa Barat dan Sumatera melalui jalur utara dan selatan. Meskipun presentase 25 persen ini terkesan moderat, namun jika dikonversi ke jumlah kendaraan, angka tersebut sudah cukup signifikan untuk menciptakan kepadatan di beberapa titik krusial.
Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Aan Suhanan (nama ilustratif), menjelaskan bahwa pantauan di gerbang-gerbang tol utama seperti Cikampek Utama dan Kalihurip Utama menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Situasi ini diperkirakan akan terus meningkat secara bertahap dalam beberapa hari ke depan, sebelum mencapai puncaknya menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Kami mencatat ada sekitar 25 persen dari total volume harian yang mulai bergerak keluar. Ini adalah fase awal dari puncak arus mudik yang kami prediksi akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, persiapan matang sudah kami lakukan bersama berbagai pihak terkait,” ujar Irjen Pol. Aan Suhanan dalam keterangan persnya.
Antisipasi Puncak Mudik dan Imbauan Keselamatan
Meskipun baru tahap awal, Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan, PT Jasa Marga, dan instansi terkait lainnya telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang lebih besar. Skema seperti contraflow, one way, hingga pembatasan kendaraan angkutan barang akan diterapkan secara situasional sesuai kebutuhan di lapangan, terutama pada jalur-jalur rawan kemacetan seperti Tol Jakarta-Cikampek, Tol Cipali, hingga jalur Pantai Utara (Pantura).
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pemudik untuk merencanakan perjalanan dengan matang, termasuk memilih waktu keberangkatan yang tepat guna menghindari penumpukan. Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada H-7 hingga H-4 Lebaran. Masyarakat disarankan untuk memanfaatkan periode awal mudik atau menunda sedikit keberangkatan guna menghindari kepadatan yang ekstrem dan memastikan perjalanan yang lebih nyaman.
Selain itu, faktor keselamatan menjadi prioritas utama. Pemudik diminta untuk memastikan kondisi kendaraan prima, melakukan istirahat yang cukup jika menempuh perjalanan jauh, dan tidak memaksakan diri jika merasa lelah atau mengantuk. Titik-titik rest area, posko kesehatan, dan pos pengamanan telah disiagakan di sepanjang jalur mudik untuk memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sosialisasi mengenai rute alternatif juga terus digencarkan untuk memecah konsentrasi kendaraan di jalur utama.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda





