JAKARTA – Pasar Tanah Abang Blok A, ikon perdagangan tekstil dan garmen di Ibu Kota, memproyeksikan lonjakan signifikan jumlah pengunjung dan transaksi mulai awal Maret 2026 hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. Prediksi ini datang sebagai angin segar bagi ribuan pedagang yang menggantungkan harapannya pada tradisi belanja Ramadan yang selalu ramai, menghidupkan kembali denyut nadi perekonomian lokal.
Menurut manajemen pengelola Blok A Tanah Abang, periode Maret hingga April 2026 diperkirakan akan menjadi puncak keramaian, di mana volume pengunjung harian bisa meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat dari hari biasa. Hal ini sejalan dengan pola belanja masyarakat Indonesia yang cenderung memadati pusat-pusat perbelanjaan grosir menjelang Lebaran untuk mencari kebutuhan sandang, baik untuk pribadi maupun dijual kembali di daerah.
“Setiap tahun, kami selalu melihat lonjakan drastis jelang Ramadan dan Idulfitri. Tahun 2026 nanti, kami optimistis keramaian akan kembali seperti sebelum pandemi, bahkan mungkin lebih tinggi mengingat antusiasme masyarakat yang semakin besar setelah beberapa tahun pembatasan,” ujar Budi Santoso, Direktur Utama PT Sarana Jasa Jakarta, pengelola Pasar Tanah Abang Blok A, dalam keterangan persnya pada 22 February 2026.
Antisipasi Puncak Keramaian dan Strategi Pengelola
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, manajemen Pasar Tanah Abang Blok A telah menyiapkan berbagai strategi komprehensif. Langkah-langkah ini meliputi peningkatan keamanan dengan penambahan personel gabungan dari internal dan kepolisian, pengaturan lalu lintas di area sekitar pasar, serta optimalisasi fasilitas umum seperti toilet dan area parkir.
Selain itu, jam operasional pasar juga berpotensi diperpanjang, terutama pada akhir pekan dan minggu terakhir sebelum Lebaran, guna mengakomodasi tingginya minat belanja. Koordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan dan Satpol PP DKI Jakarta juga terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus pengunjung dan kendaraan.
“Kami telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari penambahan personel keamanan, pengaturan zonasi pedagang yang lebih tertib, hingga kampanye menjaga kebersihan. Kami ingin memastikan pengalaman belanja yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh pengunjung. Lonjakan ini adalah momentum emas bagi para pedagang UMKM kami,” tambah Budi Santoso.
Pengelola juga akan berfokus pada upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok barang, khususnya produk-produk fesyen Muslim, tekstil, dan aksesoris yang menjadi primadona selama bulan Ramadan. Kerjasama dengan para pemasok dan pedagang di internal pasar diperkuat untuk menghindari praktik penimbunan atau kenaikan harga yang tidak wajar.
Dampak Ekonomi dan Tradisi Belanja Lebaran
Lonjakan aktivitas di Pasar Tanah Abang bukan sekadar fenomena musiman, melainkan indikator penting bagi pergerakan ekonomi riil di tingkat akar rumput. Pasar ini menjadi tulang punggung bagi ribuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor garmen dan tekstil, baik sebagai produsen, distributor, maupun pengecer.
Menurut Dr. Citra Dewi, seorang ekonom dari Universitas Indonesia, peningkatan aktivitas di Tanah Abang akan memberikan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi perekonomian Jakarta dan sekitarnya. “Ketika Tanah Abang ramai, roda perekonomian dari hulu ke hilir akan berputar lebih cepat. Ini tidak hanya menguntungkan pedagang di pasar, tetapi juga industri konveksi, logistik, transportasi, hingga penyedia jasa kuliner di sekitar area pasar,” jelas Dr. Citra Dewi.
Tradisi belanja Lebaran sendiri merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia. Pembelian pakaian baru, kain, dan perlengkapan ibadah menjadi simbol kemenangan setelah sebulan berpuasa. Momentum ini secara historis selalu mendorong daya beli masyarakat dan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi kuartal kedua.
Dengan proyeksi positif ini, Pasar Tanah Abang Blok A tidak hanya berharap pada lonjakan pengunjung, tetapi juga pada peningkatan transaksi yang signifikan, yang pada akhirnya akan turut berkontribusi pada pendapatan daerah dan pergerakan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda





