PEKANBARU – Provinsi Riau kembali menghadapi ancaman serius dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau mencatat bahwa total luasan lahan yang terbakar di wilayah tersebut telah mencapai 1.041,74 hektare sejak awal tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak lingkungan serta kesehatan yang lebih luas.
Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah paling parah terdampak, dengan luas area terbakar yang mencolok dibandingkan daerah lain. Kondisi geografis Riau yang didominasi oleh lahan gambut sangat rentan terhadap kebakaran, terutama selama musim kemarau. Api yang membakar lahan gambut cenderung sulit dipadamkan dan dapat menyebar dengan cepat di bawah permukaan tanah, menciptakan tantangan besar bagi tim pemadam di lapangan.
Penyebab utama karhutla di Riau sebagian besar masih didominasi oleh aktivitas pembukaan lahan oleh manusia, baik untuk perkebunan maupun pertanian, yang dilakukan dengan cara membakar. Praktik ilegal ini diperparah oleh kondisi cuaca kering dan angin kencang, sehingga api mudah menjalar dan sulit dikendalikan. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya kerusakan ekologis, tetapi juga kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas penerbangan.
Tantangan Penanggulangan dan Dampak Lingkungan
Upaya penanggulangan karhutla di Riau melibatkan berbagai pihak, termasuk BPBD, Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, TNI, Polri, serta partisipasi aktif masyarakat melalui regu-regu pemadam kebakaran sukarela. Sejak 21 February 2026, ratusan personel telah dikerahkan ke titik-titik api, baik melalui jalur darat maupun udara. Operasi pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing telah menjadi andalan untuk menjangkau area-area sulit dan mempercepat proses pendinginan.
Meskipun demikian, skala kebakaran yang besar dan karakteristik lahan gambut yang kompleks membuat upaya pemadaman menjadi sangat menantang. Asap pekat yang dihasilkan dari pembakaran gambut juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan pernapasan warga, terutama di daerah yang berdekatan dengan titik api. Lingkungan ekosistem gambut yang kaya keanekaragaman hayati juga terancam, dengan hilangnya flora dan fauna serta pelepasan emisi karbon dalam jumlah besar ke atmosfer.
Ancaman karhutla di Riau bukan hanya persoalan lokal, tetapi juga berdampak regional dan global. Kita harus mengakui bahwa sebagian besar kebakaran ini disebabkan oleh aktivitas manusia. Oleh karena itu, edukasi dan penegakan hukum yang tegas adalah kunci, di samping kesiapsiagaan tim pemadam kita di lapangan, ujar seorang pejabat BPBD Riau, menekankan urgensi pencegahan.
Ancaman Musim Kemarau dan Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi puncak musim kemarau di beberapa wilayah Riau dalam beberapa bulan mendatang. Kondisi ini diperkirakan akan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran baru dan memperparah situasi yang ada. Pemerintah daerah dan aparat keamanan terus meningkatkan patroli darat dan udara untuk mendeteksi titik panas (hotspot) lebih awal dan melakukan tindakan preventif.
Selain upaya pemadaman, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan juga terus digalakkan. Aparat kepolisian telah berkomitmen untuk menindak tegas individu maupun korporasi yang terbukti terlibat dalam praktik ilegal ini. Diharapkan, langkah-langkah hukum yang diambil dapat memberikan efek jera dan mengurangi insiden karhutla di masa depan. Kolaborasi lintas sektoral dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan menjadi elemen krusial dalam memerangi bencana tahunan ini.
Pemerintah Provinsi Riau juga terus mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap indikasi pembakaran lahan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Kesiapsiagaan penuh dari seluruh elemen terkait diharapkan mampu meminimalisir dampak karhutla di tengah ancaman musim kemarau yang semakin nyata.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda





