Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah-wilayah terdampak bencana, terutama menjelang bulan suci Ramadan yang akan tiba sebentar lagi. Instruksi Presiden ini datang sebagai langkah antisipatif pemerintah untuk memastikan masyarakat di daerah bencana dapat memenuhi kebutuhan pangannya tanpa terbebani lonjakan harga.
Ramadan seringkali diikuti oleh peningkatan permintaan terhadap sejumlah komoditas, yang berpotensi memicu inflasi, terlebih di area yang infrastruktur distribusinya terganggu akibat bencana. Kondisi ini membuat masyarakat di daerah bencana menjadi lebih rentan terhadap gejolak harga, yang dapat memperparah kondisi ekonomi dan psikologis mereka yang sedang dalam masa pemulihan.
Menurut Seskab Teddy, komitmen Presiden Prabowo sangat jelas dalam mengatasi potensi permasalahan ini.
“Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk bekerja ekstra memastikan pasokan dan harga kebutuhan pokok tetap stabil serta terjangkau bagi masyarakat, khususnya mereka yang berada di daerah-daerah yang baru saja dilanda bencana. Kita tidak ingin beban penderitaan mereka bertambah karena kesulitan mendapatkan pangan dengan harga yang wajar di momen penting seperti Ramadan ini,” ujar Teddy Indra Wijaya kepada awak media di Jakarta pada 11 February 2026.
Strategi dan Antisipasi Pemerintah
Untuk mewujudkan arahan tersebut, pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), akan mengintensifkan pemantauan harga dan pasokan di lapangan. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga akan diperkuat untuk mengidentifikasi potensi kendala logistik dan distribusi. Operasi pasar atau pasar murah akan menjadi salah satu instrumen yang dipertimbangkan untuk digelar di titik-titik rawan, guna menjamin aksesibilitas dan menekan spekulasi harga.
Selain itu, Seskab juga menyampaikan bahwa pemerintah akan memprioritaskan penyaluran bantuan sosial berupa bahan pangan atau uang tunai kepada keluarga-keluarga di daerah bencana yang paling membutuhkan. Hal ini diharapkan dapat menjadi jaring pengaman sosial yang efektif untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi sulit. Pemerintah juga terus berupaya memperbaiki infrastruktur logistik yang rusak akibat bencana guna memperlancar arus distribusi barang.
Dampak dan Harapan Masyarakat
Langkah proaktif pemerintah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat terdampak bencana. Stabilitas harga pangan bukan hanya soal ekonomi, melainkan juga menjaga ketenangan sosial dan spiritual masyarakat menjelang Ramadan. Di tengah upaya pemulihan pascabencana, dukungan pemerintah dalam menjamin kebutuhan dasar adalah krusial untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pemerintah juga menyerukan partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan jika menemukan praktik penimbunan atau penentuan harga yang tidak wajar. Transparansi dan pengawasan bersama diharapkan mampu menciptakan ekosistem pasar yang sehat dan adil. Komitmen Presiden Prabowo ini menunjukkan prioritas pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat rentan dan memastikan perayaan Ramadan dapat berlangsung dengan khidmat, bebas dari kekhawatiran akan tingginya harga pangan.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda





