Basuki Tjahaja Purnama, yang akrab disapa Ahok, menegaskan bahwa PT Pertamina (Persero) sangat sulit diintervensi selama masa jabatannya sebagai Komisaris Utama (Komut). Pernyataan ini, yang disampaikan kepada publik pada 27 January 2026, secara spesifik menyoroti ketatnya pengawasan internal perusahaan energi pelat merah tersebut, bahkan dari pihak luar seperti Riza Chalid yang sempat menjadi sorotan publik.
Ahok, yang dikenal dengan gaya kepemimpinan yang transparan dan lugas, mengungkapkan bahwa sistem pengamanan internal di raksasa energi nasional tersebut dirancang sedemikian rupa untuk mencegah segala bentuk campur tangan. Ia berkeyakinan, selama masa kepemimpinannya di jajaran komisaris, setiap keputusan dan kebijakan operasional Pertamina didasarkan pada profesionalisme, kepatuhan terhadap regulasi, dan kepentingan negara.
Fokus pada Tata Kelola dan Integritas Perusahaan
Sebagai Komut Pertamina dari November 2019 hingga Februari 2024, Ahok secara konsisten menyuarakan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan pemberantasan praktik-praktik yang merugikan di lingkungan BUMN. Pernyataannya kali ini seolah menjadi penegasan terhadap komitmennya tersebut, menepis anggapan adanya celah intervensi di perusahaan yang vital bagi perekonomian nasional.
“Semua hal dijaga dengan sangat ketat dan sulit diintervensi di Pertamina, termasuk oleh siapapun, bahkan Riza Chalid sekalipun,” tegas Ahok, menggarisbawahi upaya keras dalam menjaga independensi dan integritas perusahaan.
Penyebutan nama Riza Chalid, seorang pengusaha yang sebelumnya sempat dikaitkan dengan berbagai kontroversi terkait industri minyak dan gas di Indonesia, bukanlah tanpa alasan. Ini mengindikasikan bahwa Ahok secara eksplisit menanggapi persepsi publik mengenai potensi intervensi dari pihak-pihak dengan kekuatan ekonomi atau politik terhadap operasional BUMN strategis seperti Pertamina. Klaim Ahok menekankan bahwa mekanisme pengawasan dan pengambilan keputusan di Pertamina telah diperkuat untuk tidak tunduk pada tekanan eksternal.
Komitmen Terhadap BUMN Bersih dan Profesional
Pernyataan Ahok ini juga selaras dengan agenda besar pemerintah dalam mewujudkan BUMN yang bersih, efisien, dan profesional. Transparansi dan akuntabilitas menjadi pilar utama yang terus didorong untuk meningkatkan kepercayaan publik dan investor, sekaligus memastikan bahwa pengelolaan sumber daya negara dilakukan secara optimal.
Selama masa kepemimpinannya di jajaran komisaris, Ahok kerap kali menjadi sorotan publik karena kritik-kritik konstruktifnya terhadap kebijakan internal maupun eksternal Pertamina. Pendekatannya yang blak-blakan seringkali dianggap sebagai angin segar dalam upaya membersihkan BUMN dari praktik-praktik yang merugikan dan sarat kepentingan.
Klaim Ahok mengenai kekebalan Pertamina dari intervensi diharapkan dapat menjadi dorongan positif bagi BUMN lain untuk terus memperkuat sistem tata kelola dan integritas. Ini adalah langkah krusial dalam memastikan bahwa aset negara dimanfaatkan secara optimal demi kemakmuran rakyat, bebas dari kepentingan individu atau kelompok tertentu yang berpotensi merugikan.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






