Jalan Daan Mogot, salah satu arteri vital yang menghubungkan Jakarta Barat dengan Tangerang, lumpuh total akibat terendam banjir setinggi 50-70 sentimeter pada 22 January 2026. Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak pagi hingga sore hari memicu genangan parah, menyebabkan kemacetan panjang yang melumpuhkan ribuan kendaraan dan menghambat aktivitas warga hingga malam hari.
Menurut pantauan tim di lapangan, genangan air paling parah terlihat di ruas jalan mulai dari Cengkareng hingga perbatasan Tangerang Kota. Banyak kendaraan roda dua dan empat yang nekat menerjang banjir akhirnya mogok di tengah jalan, menambah parah kemacetan yang sudah terjadi. Petugas dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta tampak berupaya keras menguras genangan air dengan pompa mobile, namun debit air yang tinggi dan intensitas hujan yang sporadis membuat proses penyedotan berjalan lambat.
Kondisi ini tidak hanya menghambat pergerakan kendaraan pribadi, tetapi juga mengganggu jadwal transportasi umum seperti bus TransJakarta dan angkutan kota yang melintasi jalur tersebut. Beberapa rute terpaksa dialihkan, sementara sebagian lainnya memilih untuk berhenti beroperasi sementara karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan.
Dampak Kelumpuhan Arus Lalu Lintas
Kelumpuhan arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot menyebabkan dampak domino ke sejumlah ruas jalan alternatif di sekitarnya. Jalan-jalan kecil di permukiman warga terpaksa menanggung beban kendaraan yang mencoba menghindari genangan, memicu kemacetan parah di area yang biasanya lengang. Para pengendara melaporkan terjebak di jalan selama berjam-jam, melebihi waktu tempuh normal hingga tiga kali lipat.
Salah seorang pengendara ojek daring, Budi Santoso (45), yang terjebak banjir di Daan Mogot selama lebih dari tiga jam, mengungkapkan kekesalannya. “Ini sudah langganan setiap hujan deras. Kami berharap pemerintah bisa segera mencari solusi permanen, jangan cuma menambal sulam saja,” ujarnya.
“Sudah dari siang saya terjebak di sini. Orderan jadi banyak yang batal, pendapatan hari ini jelas anjlok. Kasihan juga penumpang yang harus menunggu lama dan kepayahan mencari alternatif jalan. Jalan Daan Mogot ini kan akses utama, kalau lumpuh begini, semua jadi terganggu,” keluh Budi Santoso saat ditemui di lokasi banjir.
Banjir ini juga berdampak pada aktivitas perekonomian lokal. Banyak toko dan usaha di sepanjang Jalan Daan Mogot terpaksa tutup lebih awal atau mengalami penurunan pelanggan drastis akibat sulitnya akses. Kerugian materiil diperkirakan cukup signifikan, baik bagi pengendara yang kendaraannya mogok maupun bagi pelaku usaha.
Tanggapan Pihak Berwenang dan Antisipasi
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Drs. M. Iqbal (nama fiktif), dalam keterangannya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mencari jalur alternatif. “Kami telah mengerahkan puluhan personel dan pompa air ke sejumlah titik rawan banjir di Jakarta Barat, termasuk Daan Mogot. Prioritas kami adalah mempercepat surutnya air dan membantu warga yang membutuhkan,” jelasnya.
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta juga telah melakukan rekayasa lalu lintas di beberapa persimpangan untuk mengurai kemacetan. Petugas kepolisian dari Polres Metro Jakarta Barat terlihat sibuk mengatur arus kendaraan dan membantu pengendara yang terjebak atau mogok. Mereka mengimbau pengendara roda dua untuk tidak memaksakan diri melewati genangan tinggi demi keselamatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang masih berpeluang terjadi di beberapa wilayah Jakarta dalam beberapa hari ke depan, termasuk Jakarta Barat. Masyarakat diminta untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan banjir susulan dan tetap memantau informasi resmi dari pemerintah.
Kejadian banjir di Jalan Daan Mogot ini kembali menyoroti urgensi penanganan masalah drainase dan infrastruktur kota yang lebih komprehensif di ibu kota, terutama mengingat Jakarta sering dilanda hujan deras selama musim penghujan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan dapat menemukan solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melumpuhkan salah satu jalur vitalnya.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






