Jakarta, 21 January 2026 – Kementerian Haji (Kemenhaj) mengambil langkah inovatif dalam mempersiapkan calon petugas haji untuk musim ibadah 2026. Dalam sebuah pengumuman resmi, Kemenhaj menyatakan bahwa pelatihan bagi para calon petugas kini akan dilakukan dengan pendekatan semi-militer, sebuah transformasi signifikan yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan, ketahanan fisik, serta kedisiplinan para petugas di lapangan.
Perubahan mendasar dalam metode pelatihan ini didasari oleh kompleksitas dan tantangan berat yang kerap dihadapi selama penyelenggaraan ibadah haji. Dengan jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di Tanah Suci, petugas haji dituntut memiliki kondisi fisik dan mental yang prima, kemampuan adaptasi yang tinggi, serta kecepatan dalam merespons berbagai situasi darurat.
Keputusan untuk mengadopsi model semi-militer ini mencerminkan komitmen Kemenhaj untuk menghadirkan pelayanan haji yang lebih profesional, sigap, dan berkualitas tinggi. Beberapa tahapan pelatihan yang disiapkan meliputi pengujian fisik intensif, latihan baris-berbaris, simulasi penanganan krisis, hingga pembentukan mental yang kuat agar petugas mampu menjalankan tugas mulia mereka dengan optimal dalam kondisi paling menantang sekalipun.
“Integrasi unsur kedisiplinan dan kekuatan fisik ala militer bukan semata-mata untuk menunjukkan kekerasan, melainkan untuk membentuk karakter petugas yang tangguh, responsif, dan memiliki daya juang tinggi. Lingkungan haji yang dinamis dan padat menuntut petugas yang tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga mampu bergerak cepat dan efektif di bawah tekanan. Ini adalah investasi jangka panjang demi kenyamanan dan keselamatan jemaah,” ujar Dr. H. Ahmad Fauzi, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, dalam keterangan persnya.
Detail Pelatihan dan Target Pencapaian
Program pelatihan semi-militer ini dirancang secara komprehensif, mencakup aspek fisik dan non-fisik. Calon petugas akan menjalani serangkaian tes ketahanan fisik seperti lari jarak jauh, long march dengan beban, serta latihan kekuatan otot. Selain itu, mereka juga akan dibekali dengan keterampilan dasar bela diri untuk penanganan situasi darurat yang mungkin mengancam keselamatan jemaah atau diri mereka sendiri.
Tidak hanya itu, aspek kedisiplinan akan ditekankan melalui latihan baris-berbaris, kepatuhan terhadap perintah, dan pembentukan hierarki tim yang jelas. Kemenhaj juga akan memasukkan modul pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) tingkat lanjut, manajemen kerumunan (crowd control), serta simulasi evakuasi darurat di berbagai medan. Target utamanya adalah melahirkan petugas yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki mental baja, sigap mengambil keputusan, dan mampu bekerja sama dalam tim secara efektif di tengah hiruk-pikuk ibadah haji.
Implikasi Bagi Pelayanan Jemaah
Peningkatan kapasitas dan kualitas petugas haji ini diharapkan akan berdampak langsung pada peningkatan pelayanan jemaah. Dengan petugas yang lebih kuat dan terlatih, penanganan insiden kecil hingga besar dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien. Jemaah akan merasa lebih aman dan nyaman karena adanya petugas yang siap sedia memberikan bantuan fisik maupun non-fisik kapan saja diperlukan.
Misalnya, dalam situasi kepadatan jemaah di area thawaf atau sa’i, petugas yang terlatih semi-militer akan lebih cekatan dalam mengurai kerumunan, memberikan pertolongan kepada jemaah yang kelelahan, atau mengevakuasi mereka yang membutuhkan penanganan medis segera. Langkah proaktif Kemenhaj ini juga diharapkan dapat mengangkat standar pelayanan haji Indonesia di mata dunia, menunjukkan bahwa Indonesia serius dalam menjaga dan melayani jutaan warganya yang menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kemenhaj menegaskan bahwa program pelatihan ini akan terus dievaluasi dan disempurnakan. Dengan investasi pada sumber daya manusia yang mumpuni, Indonesia berharap dapat terus memberikan pengalaman haji yang lancar, aman, dan berkesan bagi seluruh jemaahnya di tahun-tahun mendatang.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






