Satu keluarga yang terdiri dari ibu dan dua anaknya ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakan mereka di Jalan Warakas VIII, Gang 10 No 108, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 02 January 2026. Peristiwa tragis ini mengejutkan warga setempat dan kini tengah didalami secara intensif oleh aparat kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kematian.
Korban teridentifikasi sebagai Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (27), dan Adnan Al Abrar Jamaludin (13). Ketiganya ditemukan tak bernyawa di dalam kediaman mereka, memicu duka mendalam dan tanda tanya besar di kalangan tetangga serta pihak berwenang. Pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Utara telah tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti krusial.
Penemuan Jenazah dan Tindakan Kepolisian
Menurut keterangan awal dari pihak kepolisian, penemuan jenazah dilakukan setelah warga sekitar merasa curiga karena keluarga tersebut tidak terlihat beraktivitas selama beberapa waktu. Bau tidak sedap yang mulai tercium dari dalam rumah kontrakan menjadi pemicu warga untuk melapor kepada ketua RT setempat, yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.
Tim identifikasi dari Polres Metro Jakarta Utara bersama tim medis forensik segera mendatangi lokasi. Setelah mengamankan area, petugas mengevakuasi ketiga jenazah untuk dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati guna proses autopsi. Langkah ini krusial untuk menentukan penyebab pasti kematian yang hingga kini masih menjadi misteri.
Dalam olah TKP yang berlangsung beberapa jam, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya adalah sisa-sisa makanan yang ditemukan di dalam rumah serta beberapa unit telepon seluler milik korban. Barang bukti ini diharapkan dapat memberikan petunjuk signifikan dalam upaya pengungkapan kasus.
Fokus Penyelidikan dan Dugaan Awal
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol. Budi Santoso, dalam keterangannya kepada awak media menyatakan bahwa pihaknya masih belum dapat menyimpulkan penyebab kematian. “Kami masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti yang kami sita, terutama sisa makanan. Ini penting untuk mengeliminasi atau mengonfirmasi dugaan awal, termasuk kemungkinan keracunan,” ujar Kombes Pol. Budi Santoso.
“Penyelidikan masih sangat awal. Kami mohon masyarakat tidak berspekulasi dan memberikan ruang bagi kami untuk bekerja secara profesional demi mengungkap kebenaran di balik tragedi ini.”
Penyitaan sisa makanan mengindikasikan bahwa salah satu fokus utama penyelidikan adalah kemungkinan adanya zat berbahaya yang terkandung di dalamnya. Sementara itu, pemeriksaan terhadap telepon seluler diharapkan dapat mengungkap riwayat komunikasi atau aktivitas terakhir para korban yang mungkin dapat memberikan petunjuk tambahan.
Warga sekitar lokasi kejadian mengaku terkejut dengan insiden ini. Beberapa tetangga menyebut keluarga Siti Solihah dikenal sebagai pribadi yang tertutup namun tidak memiliki masalah berarti dengan lingkungan. Tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik yang terlihat dari luar rumah, sehingga dugaan sementara mengarah pada penyebab kematian yang bersifat internal atau non-kekerasan.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi, dan menunggu hasil resmi dari investigasi. Masyarakat berharap tragedi ini segera terungkap penyebabnya agar tidak menimbulkan keresahan lebih lanjut di lingkungan Warakas.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






