PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daerah Operasi 1 (Daop 1) Jakarta mencatat lonjakan signifikan aktivitas penumpang pada 28 December 2025. Sebanyak lebih dari 46.000 penumpang tercatat meninggalkan ibu kota, sementara sekitar 47.114 penumpang lainnya tiba di Jakarta, mengindikasikan tingginya mobilitas masyarakat menjelang periode libur panjang atau aktivitas akhir pekan.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Fajar Suryo, menjelaskan bahwa destinasi favorit para penumpang yang berangkat dari Jakarta didominasi oleh kota-kota besar di Pulau Jawa. “Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Solo, dan Bandung menjadi tujuan utama masyarakat yang memanfaatkan kereta api untuk bepergian,” ujar Fajar. Keberangkatan ini tersebar dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen, dua stasiun utama di Jakarta, yang melayani beragam kelas kereta mulai dari ekonomi hingga eksekutif.
Dinamika Arus Penumpang dan Persiapan KAI
Peningkatan jumlah penumpang yang berangkat dari Jakarta mencerminkan preferensi masyarakat terhadap transportasi kereta api yang dinilai lebih efisien dan nyaman untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh. Kebanyakan penumpang telah memesan tiket jauh hari sebelumnya, terutama untuk rute-rute populer yang kerap habis terjual.
Di sisi lain, Daop 1 Jakarta juga menyambut kedatangan puluhan ribu penumpang. Angka 47.114 penumpang yang tiba pada hari yang sama menunjukkan dinamika pergerakan masyarakat yang tidak hanya keluar, tetapi juga masuk ke Jakarta. Kedatangan ini seringkali terkait dengan warga yang kembali setelah bepergian singkat, perjalanan bisnis, atau mengunjungi sanak saudara di luar kota. Stasiun-stasiun seperti Gambir, Pasar Senen, Jatinegara, dan Bekasi menjadi titik-titik utama kedatangan.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang ini, KAI Daop 1 Jakarta telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Penambahan frekuensi perjalanan kereta api di rute-rute padat, optimalisasi fasilitas di stasiun, serta peningkatan standar layanan dan keamanan menjadi prioritas utama. Penumpang diimbau untuk datang lebih awal ke stasiun dan memastikan tiket serta identitas diri sudah siap.
“Kami terus memantau pergerakan penumpang dan memastikan bahwa seluruh operasional berjalan lancar dan sesuai standar keselamatan. Komitmen kami adalah menyediakan pengalaman perjalanan terbaik bagi masyarakat Indonesia,” ujar Fajar Suryo, menegaskan kesiapan KAI dalam menghadapi puncak arus mobilitas ini.
Dampak Mobilitas Terhadap Sektor Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Tingginya mobilitas penumpang kereta api ini tidak hanya mencerminkan dinamika sosial masyarakat, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal di berbagai daerah. Kota-kota seperti Yogyakarta dan Surabaya, yang menjadi destinasi favorit, diproyeksikan akan mengalami peningkatan kunjungan wisatawan, yang pada gilirannya akan menggerakkan roda perekonomian setempat melalui sektor perhotelan, kuliner, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
KAI Daop 1 Jakarta juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk aparat keamanan dan pemerintah daerah, untuk memastikan kelancaran dan ketertiban selama periode puncak perjalanan. Fenomena mobilitas tinggi ini menunjukkan peran vital kereta api sebagai tulang punggung transportasi publik di Indonesia, terutama untuk perjalanan antarkota, dan KAI akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat yang terus meningkat.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






