Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyatakan kesiapsiagaannya penuh menghadapi potensi cuaca ekstrem dan ancaman bencana alam yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik dan balik serta pengamanan libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru). Perencanaan matang ini difokuskan pada mitigasi risiko, terutama terkait kerusakan infrastruktur jalan akibat banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah rawan di Indonesia.
Skenario Komprehensif Antisipasi Bencana
Korlantas telah menyiapkan skenario berlapis untuk menghadapi berbagai kondisi darurat di lapangan. Skenario ini melibatkan pengerahan ribuan personel, peralatan pendukung, serta pemetaan jalur-jalur alternatif jika terjadi penutupan jalan utama. Fokus utama adalah pada daerah-daerah yang kerap dilanda banjir dan tanah longsor, terutama di sepanjang jalur-jalur utama penghubung antarprovinsi seperti di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Barat, dan Sulawesi Selatan.
Jika terjadi kerusakan jalan atau penutupan jalur akibat bencana, tim reaksi cepat akan segera dikerahkan untuk melakukan penanganan awal, evakuasi, dan rekayasa lalu lintas. Alat berat seperti ekskavator dan dump truck juga disiagakan di titik-titik strategis untuk mempercepat proses pembersihan material longsor atau perbaikan jalan minor. Selain itu, patroli rutin akan ditingkatkan, khususnya di daerah rawan bencana dan jalur-jalur padat, guna memantau kondisi jalan dan lalu lintas secara real-time.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Skenario yang kami siapkan tidak hanya mengatasi kemacetan, tetapi juga memastikan respons cepat terhadap bencana alam agar dampak pada pengguna jalan dapat diminimalisir. Kami tidak ingin ada korban jiwa atau terhambatnya distribusi logistik akibat kondisi darurat,”
Koordinasi Lintas Sektor dan Imbauan Publik
Kesiapsiagaan Korlantas ini tidak berjalan sendiri. Koordinasi intensif telah terjalin dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk pemantauan cuaca secara real-time, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk respons darurat, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait kesiapan infrastruktur jalan. Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan sistem peringatan dini yang efektif dan respons terpadu jika bencana terjadi.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mencari informasi terkini sebelum memulai perjalanan. Data dari BMKG yang dirilis pada 30 November 2025 menunjukkan potensi peningkatan intensitas hujan di beberapa wilayah jelang puncak musim libur Nataru. Pengendara disarankan untuk memeriksa kondisi kendaraan, membawa perlengkapan darurat seperti kotak P3K dan senter, serta menghindari perjalanan saat cuaca buruk, terutama di malam hari atau saat hujan deras.
Informasi mengenai kondisi lalu lintas dan titik-titik rawan bencana dapat diakses melalui aplikasi resmi Korlantas, radio lalu lintas, atau pusat informasi setempat. Partisipasi aktif dan kepatuhan masyarakat terhadap arahan petugas di lapangan menjadi kunci keberhasilan upaya pengamanan ini. Dengan persiapan menyeluruh dan sinergi antarlembaga, Korlantas Polri berharap dapat mewujudkan kelancaran dan keamanan selama periode libur Nataru, meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






