Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali secara resmi memberangkatkan armada Kapal Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (TNI AL) pada 30 November 2025 untuk misi kemanusiaan mendesak pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dua kapal utama, KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (992) dan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo (991), beserta beberapa kapal pendukung lainnya, diberangkatkan dari pangkalan di Jakarta dan Surabaya, menandai respons cepat negara terhadap krisis kemanusiaan ini.
Respons Cepat untuk Korban Bencana
Laksamana Ali menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi situasi darurat ini. Ia menjelaskan bahwa pengerahan kapal rumah sakit ini merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam membantu masyarakat yang terdampak, terutama di wilayah yang akses daratnya terputus akibat banjir dan tanah longsor. Kapal-kapal ini dilengkapi dengan fasilitas medis canggih setara rumah sakit tipe C, meliputi unit gawat darurat (UGD), ruang operasi, unit perawatan intensif (ICU), ruang isolasi, poliklinik umum, serta fasilitas radiologi dan laboratorium.
“Ini adalah panggilan kemanusiaan. TNI AL akan selalu hadir untuk rakyatnya, terutama dalam situasi sulit seperti ini. Kapal rumah sakit kami siap memberikan pelayanan medis terbaik dan membantu mendistribusikan logistik penting ke daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat,” ujar Laksamana Ali dalam upacara pelepasan di Dermaga Kolinlamil, Jakarta.
Misi kemanusiaan ini dijadwalkan akan berlangsung selama beberapa minggu, atau hingga kondisi di lokasi bencana dinilai membaik dan kebutuhan medis serta logistik dapat terpenuhi melalui jalur distribusi reguler. Kapal-kapal ini juga akan membawa tim medis profesional yang terdiri dari dokter spesialis, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya yang siap memberikan penanganan medis komprehensif, mulai dari pertolongan pertama, penanganan trauma, bedah minor hingga mayor, serta dukungan psikososial bagi para korban.
Misi Ganda: Medis dan Logistik
Selain fokus pada pelayanan medis, kapal-kapal rumah sakit TNI AL ini juga mengemban misi ganda sebagai pusat distribusi logistik. Dengan kapasitas kargo yang besar, kapal-kapal tersebut mengangkut ribuan ton bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan pokok, air bersih, selimut, tenda pengungsian, pakaian, obat-obatan, dan perlengkapan kebersihan. Logistik ini akan disalurkan ke titik-titik pengungsian dan komunitas terpencil yang terisolasi akibat kerusakan infrastruktur darat.
Proses distribusi akan dibantu oleh perahu-perahu kecil dan helikopter yang juga dibawa oleh kapal-kapal induk, memastikan bantuan dapat menjangkau daerah paling terpencil sekalipun. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah setempat, dan lembaga-lembaga kemanusiaan lainnya untuk memastikan efektivitas dan efisiensi penyaluran bantuan. TNI AL juga akan membantu dalam upaya evakuasi korban yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.
Pengerahan armada Kapal Rumah Sakit ini menjadi bukti nyata komitmen TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara, tidak hanya melalui pertahanan militer, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang berpihak pada rakyat. Diharapkan, kehadiran kapal-kapal ini dapat meringankan beban penderitaan para korban bencana dan mempercepat proses pemulihan di wilayah-wilayah terdampak.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






