Jakarta, 29 November 2025 – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Raja Juli, menegaskan bahwa serangkaian banjir parah yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera baru-baru ini harus menjadi pelajaran berharga sekaligus titik balik bagi semua pihak dalam mengelola hutan dan lingkungan. Pernyataan ini muncul di tengah kencangnya sorotan publik dan aktivis lingkungan yang menghubungkan bencana tersebut dengan masifnya deforestasi dan perubahan tata guna lahan di Sumatera.
Raja Juli menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap praktik-praktik pengelolaan hutan dan lahan selama ini, sembari menyerukan tanggung jawab kolektif untuk memastikan keberlanjutan ekosistem. Bencana banjir yang menyebabkan kerugian material dan korban jiwa di beberapa provinsi, seperti Sumatera Barat dan Riau, telah memicu kembali perdebatan sengit mengenai dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan, khususnya isu pembabatan hutan untuk perkebunan, pertambangan, dan infrastruktur.
Evaluasi Menyeluruh dan Tanggung Jawab Kolektif
Dalam pernyataannya, Menteri LHK mengakui kompleksitas persoalan banjir dan longsor di Sumatera, yang tidak hanya dipicu oleh faktor curah hujan ekstrem, namun juga diperparah oleh kondisi lingkungan yang rentan akibat degradasi hutan. Ia menyoroti bahwa tutupan hutan yang berkurang drastis telah mengurangi kemampuan tanah dalam menyerap air hujan, sehingga meningkatkan risiko aliran permukaan yang memicu banjir bandang dan erosi.
Kementerian LHK, lanjut Raja Juli, telah melakukan berbagai upaya mitigasi dan penegakan hukum terhadap pelaku perusakan hutan. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan penanganan masalah ini memerlukan partisipasi aktif dari berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat adat, sektor swasta, hingga individu. Koordinasi lintas sektor dianggap krusial untuk menciptakan kebijakan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Peristiwa banjir parah di Sumatera harus jadi pelajaran dan titik balik bagi semua pihak dalam mengelola hutan dan lingkungan. Kita tidak bisa lagi berdiam diri atau menyalahkan satu pihak saja. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan bahwa generasi mendatang masih bisa menikmati lingkungan yang sehat dan aman,” ujar Raja Juli.
Pernyataan ini sejalan dengan desakan dari berbagai organisasi lingkungan yang telah lama menyoroti laju deforestasi di Sumatera sebagai ancaman serius terhadap keseimbangan ekosistem dan pemicu bencana ekologis. Data menunjukkan bahwa ribuan hektare hutan telah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit dan konsesi pertambangan, seringkali tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan.
Menuju Tata Kelola Hutan Berkelanjutan dan Adaptif
Menjadikan peristiwa banjir sebagai titik balik, Raja Juli memaparkan visi Kementerian LHK untuk mendorong tata kelola hutan yang lebih berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim. Beberapa langkah strategis yang akan diperkuat meliputi rehabilitasi hutan dan lahan kritis, penguatan program perhutanan sosial untuk melibatkan masyarakat dalam pengelolaan hutan, serta penegakan hukum yang tegas terhadap kejahatan lingkungan.
Selain itu, Kementerian LHK juga akan mengintensifkan pemanfaatan teknologi untuk pemantauan deforestasi dan kebakaran hutan, serta memperkuat sistem peringatan dini bencana. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan juga akan terus digalakkan agar tercipta kesadaran kolektif yang lebih tinggi. Integrasi data dan informasi spasial diharapkan dapat memandu perencanaan tata ruang yang lebih akurat dan berbasis risiko bencana.
Pemerintah juga akan mendorong inovasi dalam praktik pertanian dan kehutanan yang ramah lingkungan, serta mempercepat implementasi kebijakan ekonomi hijau. Harapannya, melalui pendekatan yang komprehensif ini, ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor dapat diminimalisir di masa mendatang. “Ini bukan hanya tentang menanam pohon, tapi juga mengubah pola pikir dan perilaku kita terhadap alam,” pungkas Raja Juli, menegaskan komitmen jangka panjang kementeriannya.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda






