Kondisi lalu lintas di sekitar kompleks Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Senayan, Jakarta Pusat, terpantau normal dan lancar pada 29 August 2025 pagi. Arus kendaraan di Jalan Gatot Subroto, baik dari arah Slipi maupun Semanggi, serta di Jalan Asia Afrika, mengalir tanpa hambatan berarti. Situasi ini menandai pemulihan signifikan pasca-aksi demonstrasi massa yang sempat ricuh pada Selasa, 28 Agustus lalu, meninggalkan jejak ketegangan di area strategis Ibu Kota.
Meskipun aktivitas warga dan lalu lintas telah kembali normal, keberadaan sejumlah petugas keamanan dari Kepolisian dan Brigade Mobil (Brimob) masih terlihat berjaga di beberapa titik strategis, terutama di gerbang-gerbang masuk kompleks DPR. Kendaraan taktis seperti water canon dan barikade kawat berduri yang sebelumnya disiagakan untuk mengantisipasi bentrokan, kini telah ditarik mundur atau disiagakan di area yang kurang terlihat, namun kesiapsiagaan tetap terpancar.
Lalu Lintas Kembali Normal, Aktivitas Warga Berjalan Lancar
Pemantauan di lokasi menunjukkan bahwa denyut aktivitas masyarakat telah kembali seperti sedia kala. Para pengendara sepeda motor dan mobil pribadi, maupun angkutan umum seperti TransJakarta dan taksi, melintas dengan kecepatan normal. Tidak ada lagi penutupan ruas jalan atau pengalihan arus lalu lintas yang sempat diberlakukan saat puncak demonstrasi, yang menyebabkan kemacetan parah dan mengganggu mobilitas warga.
Salah seorang pengendara motor, Budi Santoso (45), yang bekerja di kawasan Sudirman, menyatakan rasa leganya dengan kondisi ini. “Pagi ini lancar sekali, tidak seperti beberapa hari lalu yang macet parah karena demo. Semoga tidak ada demo ricuh lagi, karena sangat mengganggu aktivitas kami yang harus bekerja dan mengejar waktu,” ujarnya sambil melintas cepat.
Angkutan publik seperti bus TransJakarta juga terpantau beroperasi normal, melayani rute-rute yang melewati area tersebut tanpa kendala. Hal ini sangat membantu ribuan komuter yang mengandalkan transportasi umum untuk mobilitas sehari-hari mereka, yang sempat terhambat akibat eskalasi aksi massa.
Kesiapsiagaan Petugas dan Pengamanan Gedung
Meskipun lalu lintas di sekitar Gedung DPR telah pulih, aparat keamanan tetap menunjukkan kesiapsiagaan tinggi. Sejumlah personel kepolisian berseragam lengkap masih terlihat berjaga di sekitar pagar Gedung DPR, terutama di area depan dan samping. Fokus pengamanan terlihat pada pintu-pintu masuk utama dan area publik yang berdekatan dengan kompleks parlemen, guna mencegah insiden susulan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, melalui keterangan resminya, menyatakan bahwa pasukan masih disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan lanjutan atau provokasi. “Kami tetap memantau situasi dengan ketat. Meski kondisi sudah kondusif, patroli dan penjagaan akan terus kami lakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat serta objek vital negara,” tegasnya.
“Kondisi telah pulih dan kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah kembali beraktivitas dengan tertib. Namun, kami mengimbau agar tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak bertanggung jawab, terutama di media sosial, yang dapat memicu ketegangan kembali,”
— Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Demonstrasi pada 28 Agustus lalu diketahui menuntut pembatalan revisi undang-undang strategis yang dinilai kontroversial oleh sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa. Aksi tersebut berujung ricuh dengan pelemparan batu dan pembakaran ban di beberapa titik, sehingga memaksa aparat melakukan tindakan pembubaran massa secara represif untuk mengendalikan situasi.
Pihak Sekretariat Jenderal DPR RI juga memastikan bahwa tidak ada kerusakan berarti pada fasilitas gedung akibat kericuhan tersebut, dan aktivitas kedewanan serta administrasi berjalan normal kembali sejak kemarin. Dengan situasi yang kembali kondusif, diharapkan proses legislasi dan pelayanan publik di DPR dapat berjalan optimal tanpa gangguan lebih lanjut.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda